Gaya Hidup Mewah, Dua Siswa SMK Ini Gorok Sopir Taxi Online Demi Kuasai Harta Korban, Ngeri Cak!

Ngeri cak, pembunuhan sudah tidak mengenal status, usia ataupun tampang. Seperti yang dikabarkan beberapa media online nasional, terjadi kasus pembunuhan seorang driver online di Semarang yang ternyata pelakunya masih anak-anak di bawah umur. Motifnya adalah untuk menguasai barang atau harta si driver, termasuk mobil yang digunakan. Sadis…

Pelakunya adalah dua siswa SMK di Semarang yang masih satu angkatan dan satu kelas berinisial IBR (16 tahun) dan DIR (15 tahun). Dari press release yang dikeluarkan Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa Tengah Resort Kota Besar Semarang, bisa kita ketahui kronologis kejadian.

Korban bernama Deni Setyawan (32 tahun) beralamat di kecamatan Gayamsari, Semarang. Korban dihabisi dengan cara digorok lehernya oleh pelaku. Kronologinya sebagai berikut:

IBR memesan taxi online Gocar pada 20 Januari 2018 pukul 20.00 wib. Kemudian taxi online datang dengan driver Deni Setyawan. IBR dan DIR menaiki taxi online yakni Nissan Grand Livina hitam dengan membawa belati milik IBR.

Sesampai di perumahan Korpri di Sambiroto, IBR membayar ongkos sebesar Rp22.000,- namun ternyata jumlah tersebut kurang. Sehingga oleh DIR taxi di arahkan ke arah rumah saudaranya untuk mengambil kekurangan uang.

Sesampai di pertigaan jalan Cendana Selatan, IBR yang duduk di belakang sopir langsung mengambil belati dan menggorok leher korban atas nama Deni Setyawan. Korban meninggal di dalam mobil.

Korban kemudian diturunkan di tengah jalan perumahan Jalan Cendana Selatan oleh IBR dan DIR. Mobil korban kemudian dibawa kabur dan diparkir di Jalan HOS Cokroaminoto dengan maksud disembunyikan. Kedua pelaku kemudian pulang ke rumah masing-masing.

IBR membawa belati, kunci mobil dan dompet korban dan disembunyikan di rumah IBR. Sedangkan DIR membawa pulang handphone IPhone 6G dan Samsung milik korban.

Dari detik.com (23/1/2018), akhirnya kita semua tahu bahwa kedua pelaku sudah tertangkap pada Senin malam (22/1/2018).

Kedua pelaku mengaku membunuh korban untuk menguasai hartanya demi membayar biaya SPP sekolah. Karena selama ini uang SPP pemberian orang tuanya digunakan berfoya-foya. Dikutip dari roda2blog.com (23/1/2018) diketahui bahwa menurut keterangan teman-teman sekolahnya, selama ini pelaku bergaya ala borjuis dan penuh kemewahan di sekolah.

Ngeri cak, siapa yang bisa membayangkan anak-anak bau kencur 15 tahunan sudah bisa berlaku kejam dan biadap menggorok leher orang hingga tewas. Padahal jika melihat tampang si pelaku, gak banget lah. Tapi, itulah fakta yang terjadi. Ada di sekitar kita. Kita selaku orang tua harus benar-benar ekstra waspada dan fokus terhadap buah hati. Pola asuh dan pendidikan di rumah menjadi sangat penting sebelum mereka mendapatkannya di sekolah. Perhatian orang tua adalah koentji!

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*