Yonny Hernandez Masuk Radar Yamaha Tech 3, Lho?

ktm indonesia

Rumor calon pengganti Jonas Folger di Yamaha Tech 3 terus bergulir. Setelah secara mengejutkan muncul nama Hafizh Syahrin, pembalap Malaysia, yang isunya dibenarkan oleh Herve Poncharal, kini nama pembalap Kolombia Yonny Hernandez kembali masuk bursa. Lho, bukannya Yonny sudah terikat kontrak dengan tim Superbike?

Yonny Hernandez

Betul, Yonny Hernandez memang telah terikat kontrak dengan tim Pedercini untuk berlaga di World Superbike 2018. Sementara itu, Poncharal sendiri pernah menegaskan tidak akan menggaet pembalap yang telah terikat kontrak dengan tim lain. So, ngapain juga si Yonny masuk radar? Apakah gegara kemarin diajak tes di Sepang?

Ternyata, bukan itu alasannya cak. Poncharal menyebut bahwa Yonny bisa diajak tes pramusim di Sepang karena timnya setuju pembalap Kolombia itu tes MotoGP. Jadi, kontraknya tidak 100% tersegel.

“Yonny tidak 100% terikat kontrak, tidak disegel, Pedercini setuju untuk membiarkan dia tes di Sepang. Tanpa seizinnya, dia tidak akan terdorong ke Malaysia. Pedercini punya rencana B jika kita terlibat dengan Yonny,” demikian ujar Poncharal seperti dikutip dari paddock-gp.com (1/2/2018).

Sementara itu, bos tim Pedercini, Lucio Pedercini, mengamini pernyataan Poncharal.

“Yonny memiliki kontrak dengan kami sejak 20 Januari. Kontrak ini menetapkan bahwa jika tim MotoGP menawarinya kontrak, kami harus melepaskannya,” ujar Pedercini masih dari sumber yang sama. “Memang benar jika menandatangani kontrak MotoGP, saya harus membebaskannya. Saya sendiri pernah menjadi pilot: Jika Yonny bisa mendapatkan kontrak MotoGP, dia harus menerimanya. Saya berpikiran terbuka tapi saya masih butuh waktu untuk mengatur supir lain. Saya harus memesan penerbangan dan melakukan segalanya untuknya”.

“Yonny adalah pilihan pertama saya untuk sponsor utama saya, tapi saya sudah berbicara dengannya. Saya sudah punya rencana B, tapi saya tidak mau memberi nama karena saya masih berharap bisa lari dengan Yonny”, tutup Pedercini.

Oke, dari sisi kontrak Yonny bisa digaet untuk mendampingi Johann Zarco di musim balap 2018 nanti, namun bagaimana dengan sisi performa dan prestasi? Ini yang menarik.

Yonny Hernandez melakoni debut MotoGP di kelas para raja di seri pembuka Qatar musim 2012. Sejak saat itu, Yonny terus bertahan di kelas MotoGP hingga 2016. Dalam kurun waktu tersebut, Yonny total melakoni 87 kali start dengan prestasi tidak pernah menang, tidak pernah pole dan tidak pernah fastest lap. Finish terbaiknya hanya di posisi 7 di GP Malaysia tahun 2014. Selebihnya Yonny hanya berkutat di deretan belakang.

Makin meragukan setelah melihat hasil tes pramusim Sepang kemarin. Dalam 3 hari sesi tes, secara kombinasi waktu Yonny hanya berada di posisi 26 dari 27 pembalap. Yonny hanya lebih baik dari Michele Pirro, pembalap penguji Ducati!

Jadi, akankah Herve Poncharal akan memilih Yonny Hernandez sebagai pengganti Folger dengan resiko akan bertarung di posisi belakang? Padahal selama ini Tech 3 dikenal sebagai pembalap independen/satelit dengan prestasi paling mentereng dibanding tim sekelasnya.

Advertisements