Wow… Gaji Sopir Pribadi Hotman Paris Ini Bisa Untuk Beli 400 Bungkus Nasi Padang!

Cak, tak jarang kita selama ini pernah atau bahkan sering memandang rendah profesi seseorang yang menurut kacamata kita posisinya di bawah kita, termasuk saya tidak luput dari buruknya sikap itu. Yang berprofesi manajer meremehkan karyawannya, yang karyawan meremehkan sopir angkot, yang sales meremehkan sopir pribadi, semua lebih karena perbedaan penghasilan. Namun, bicara penghasilan sopir pribadi satu ini, sepertinya sikap buruk di atas harus sampeyan buang jauh-jauh deh. Sopir pribadi pengacara kondang ini penghasilannya bahkan mengalahkan gaji seorang manajer, lho!

Dia adalah Sunarto, sopir pribadi pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Dari laman gridoto.com (4/2/2018) saya jadi tahu bahwa gaji Narto, sapaan akrab pak Sunarto, memiliki nominal Rp8 juta! Masya Allah… itupun masih gaji kotor alias belum ditambahkan lain-lainnya. ckckckck…

“Ya pokoknya di atas rata-rata lah hmm.. ya sekitar Rp 8 juta perbulan tapi itu masih kotor ya belum lainnya,” ungkap Sunarto.

Wow… dengan Rp8 juta perbulan sampeyan bisa beli 400 bungkus nasi padang, atau 1.052 liter pertalite atau 2.666 cangkir kopi hitam warung pinggir jalan atau 94 dus susu S*M Soya anak saya. Nikmat mana lagi yang kau dustakan?!

Subhanallah, Sang Maha Kuasa kalau memang sudah menggariskan takdir dalam hal ini rezeki hambaNYA, kita hanya bisa melongo. Tinggal rasa syukur yang bisa kita balas.

Sunarto merupakan salah satu sopir pribadi Hotman Paris dengan kendaraan super mewahnya, sebut saja Lamborghini. Hebatnya lagi, setiap mobil mewahnya punya sopir sendiri-sendiri. Horang kayaaah….

Profesi pengacara memang termasuk lahan basah. Apalagi jika statusnya sudah menjadi pengacara kondang, pengacara tenar di kalangan pejabat hingga artis. Ditambah, saat ini makin marak kasus-kasus yang menimpa pejabat dan artis, panen lah si pengacara.

Nah, ayo yang saat ini tengah kuliah hukum berminat jadi pengacara, tuh sudah ada contoh yang bisa dijadikan patokan kesuksesan. Buat yang belum beruntung, hanya mengenyam pendidikan bawah, Bapak Sunarto sudah bisa dijadikan contoh bahwa profesi sopir ternyata tidak bisa dipandang remeh.

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*