Stoner Nilai Dovi Punya Kelemahan Fatal Musim Lalu!

ktm indonesia

Rasanya masih takjub melihat performa Andrea Dovizioso di MotoGP musim lalu. Tak disangka-sangka, Dovi ternyata menjadi penantang serius titel juara dunia. Bahkan, Dovi nyaris menghadirkan juara jika Marc Marquez tidak menggila di akhir-akhir musim. Menanggapi performa Dovi, juara dunia 2007 Casey Stoner punya pendapat.

Casey Stoner Nilai Dovizioso

Stoner mengaku terkejut dengan apa yang ditunjukkan Dovi. Sebagai pembalap penguji Ducati, Stoner menyebut Dovi tampil dengan sangat pintar. Stoner menyebut Dovi tahu kapan harus menghemat ban, kapan harus push.

“Dia sangat bijaksana dalam balapan: dia tahu kapan harus menghemat ban dan kapan harus menekan. Dia membuat musim yang benar-benar hebat,” ujar Stoner kepada motorsport.com (2/2/2018).

Namun, Stoner menyayangkan kondisi ketika Dovi tidak memenangi balapan. Dovi disebutnya terlalu jauh tertinggal di belakang ketika tidak menang. Sesuatu yang sangat merugikan dalam sebuah kompetisi dimana poin menjadi sangat vital. Apalagi jika musuh yang dihadapi adalah pembalap yang tidak hanya kencang namun juga konsisten dan stabil seperti Marquez.

“Satu-satunya hal negatif adalah ketika dia tidak memenangi balapan. Biasanya dia berada pada posisi sulit, terlalu jauh (di belakang). Kami kehilangan banyak poin dalam situasi tersebut.” tutup Stoner.

Memang benar, jika dilihat statistik Dovi sepanjang musim lalu, kemenangan yang diraih Dovi sama dengan Marqeuz yakni 6 kali. Namun, pembedanya adalah posisinya ketika Marquez menang.

Andrea Dovizioso vs Marc Marquez

Ketika Dovi menang, posisi terburuk Marquez adalah sekali di posisi 6 dan sekali gagal finish di Silverstone. Jika Marquez menang, posisi terburuk Dovi adalah 13 di Australia. Parahnya, sebelum race Philip Island itu, selisih poin keduanya hanya 11 angka saja, masih dalam jangkauan untuk dikejar di race selanjutnya. Alhasil, setelah seri Australia, gap keduanya melebar menjadi 33 dengan menyisakan 2 seri. Dovi kembali menang di Sepang, namun Marquez finish di posisi 4, poin hanya terpangkas 12 saja menjadi 21 poin. Akhirnya, di seri penghujung kuta semua tahu Dovi gagal membendung Marquez, bahkan dirinya yang seharusnya menang malah ndlosor.

MotoGP musim 2018 ini tentu saja Dovi tidak mau mengulangi performa buruknya di 2017. Semakin sering menang tentu jauh lebih baik, namun jika pun tidak menang dalam sebuah balapan, jarak finishnya jangan terlalu jauh dengan si pemenang.

Advertisements