3 Fitur Suzuki Burgman Street 125 Ini Wajib Upgrade, Nomor 3 Menyedihkan!

Suzuki Burgman Street 125 baru saja diluncurkan di India sekitar 2 hari yang lalu. Inilah maxi skutik Suzuki dari keluarga Burgman dengan kapasitas mesin paling kecil. Apakah Burgman Street 125 ini yang akan dijual di Indonesia untuk menandingi Yamaha LEXi 125VVA?

Seharusnya Suzuki Indonesia bisa seagresif Suzuki India. Pasar maxi skutik di tanah air tengah melejit. Kesuksesan Yamaha dengan NMax, kemudian Aerox dan kini makin ketahihan dengan merilis LEXi membuka jalan pabrikan lain untuk menghadirkan keluarga skutik jumbo ini.

Suzuki Indonesia yang mencanangkan kebangkitan di tahun 2017 lalu wajib menghadirkan Burgman 125 ini ke tanah air. Tentu saja dengan beberapa ubahan sana-sini dibanding dengan ‘menjiplaknya’ plek dari versi India.

Dari sisi desain Burgamn 125 masih lumayan okelah untuk market tanah air. Bodi gambot khas maxi skutik dengan banyak sudut meruncing menjadi ciri khas Burgman 125. LEXi, NMax atau bahkan New PCX punya desain yang membulat, Burgman 125 ini bisa menjadi alternatif pilihan konsumen yang kurang sreg dengan model NMax dan New PCX.

Fitur-fitur juga sudah pas sebenarnya, seperti lampu sudah Light Emitting Diode (LED) yang kini menjadi fitur standar motor baru di Indonesia. Bagasi sudah helm in, juga sudah dilengkapi power charger 12 volt untuk para gadget mania. Speedometer juga sudah full digital, namun absen tachometer. Semua fitur sudah masuk ‘minimum requirement’ tinggal ditambah sedikit untuk value lebih.

Nah, yang harus dilakukan upgrade tentu saja adalah di sisi mesin. Burgman 125 konon kabarnya mengambil basis mesin Suzuki Access 125 dengan pengabutan masih karburator. Masuk Indonesia WAJIB ganti ke injeksi! Tidak ada kompromi untuk satu ini sebab regulasi mengharuskannya.

Yang kedua adalah sektor kaki-kaki. Ukuran ban yang digunakan pada Burgman 125 ini adalah 12 inchi depan dan 10 inchi belakang. Unik sih tapi cenderung aneh kalau di sini. Jadi mirip motor-motor listrik buatan Taiwan atau China tuh. Bodi gendut, pendek, ban mungil. Bisa jadi ini akan dijadikan alasan bagi konsumen untuk tidak membelinya. Lho, Scoopy kan 12 inchi juga cak?Yes benar, tapi Scoopy bukan maxi skutik, cocok-cocok aja Scoopy pakai ring 12 karena makin mendukung keimutannya. Maxi skutik 12 inci? ditambah belakang 10 inchi? big no!

Minimal 13 inchi seperti NMax, atau kalau mau sekalian 14 inchi seperti Aerox dan New PCX. Ukuran 13-14 inchi nampaknya bisa diterima dengan sangat baik di pasar domestik kita.

Ketiga, yang seharusnya juga menjadi perhatian Suzuki Indonesia adalah di sisi performa. Power dan torsi Burgman 125 seperti dikutip dari tmcblog.com (7/2/2018) hanya 8,6 hp di putaran 6.500 rpm. Bandingkan dengan power yang dimiliki LEXi 125 yakni 11,7 hp! Calon korban bullyan nih. Torsi juga menyedihkan, hanya 10,2 Nm di kitiran mesin 5.000 rpm, LEXi bahkan sudah 11,3 Nm.

Nah, Burgman 125 untuk pasar Indonesia harus upgrade performa minimal sama dengan LEXi atau kalau melihat kebiasaan Suzuki Indonesia selama ini, performa akan diposisikan di atas kompetitor, 12 hp dan 11,5 Nm misalnya. Why not?

Tapi, dari semua paparan di atas paling utama yang harus dilakukan Suzuki Indonesia adalah kuatkan niat untuk menghadirkannya di Indonesia. Itu dulu deh…

Advertisements

1 Comment

  1. setuju bgt ukuran ban kekecilan. desain udah cakep MANTAP BGT dgn jarak terendah ketanah (ground clearance) 16 cm, nMax dan Pcx aja ground clearance gak nyampe 14 cm. Mungkin kalo masuk ke indonesia, SIS harus ganti ukuran VELG jdi ring 14″ dengan ban lebar ukuran seperti Pcx. Ganti jg mesinnya pakai MESIN INJEKSI GSX-125 (yg di luar negeri banyak mendapatkan komen positif) dengan fitur SUSPENSI BELAKANG dgn TABUNG, REM DEPAN BELAKANG CAKRAM dgn pilihan tipe KEYLESS dan shutter key seperti GSX-150 !SUKSES SUZUKI !

Comments are closed.