Dua Masalah Yamaha Musim Lalu Datang Lagi di Thailand

Yamaha terlihat sangat kesulitan di tes MotoGP Thailand di sirkuit Chang Internasional, Buriram, Jumat-Minggu (16-18/2/2018). Dari tiga hari tes, pembalap terbaik Movistar Yamaha di grid adalah Maverick Vinales namun hanya menempati posisi ke-8 dari kombinasi waktu. Rossi? Lebih parah, ke-12! Dikonfirmasi persoalan yang menimpa Yamaha M1-nya, Vinales sebut ada dua masalah utama Yamaha di musim lalu yang hadir lagi di Thailand.

Menurut Vinales, persoalan Yamaha M1 di musim lalu kembali hadir di Thailand. Apa itu? Yakni akselerasi Yamaha ketika masuk tikungan. Padahal beberapa tahun silam kekuatan Yamaha ya di sisi ini, tapi sejak aturan ECU seragam, tiba-tiba Yamaha kehilangan poin plusnya.

“Saya merasa buruk pada motor dan saya tidak pernah membayangkan akan menjadi seperti ini. Kami sangat jauh dari setting yang bagus. Kondisi sekarang sangat dekat tahun lalu. Terutama sensasi ketika motor masuk tikungan. Kita sangat fokus pada masalah itu,” ujar Vinales seperti dikutip dari motorplus.gridoto.com (17/2/2018).

Hanya itu masalahnya? Ternyata tidak, cak! mantan pembalap Suzuki itu juga mengatakan bahwa Yamaha M1 masih bermasalah dengan akselerasi. Menurutnya, akselerasi motornya masih kalah jauh dari rival-rivalnya. Waduh runyam nih, sebab di sebelah top speed unggul, akselerasi unggul, melibas tikungan juga unggul, Yamaha bisa apa dong?

Senada dengan yang diucapkan Rossi, Vinales juga menyebut ECU Magneti Marelli menjadi biang semua trouble di Yamaha sejak musim lalu. Para insinyur garputala sepertinya belum bisa menemukan formulasi yang tepat antara ECU dan paket mesin serta sasis Yamaha.

“Itu masalah yang terjadi pada setingan ECU. Namun saya sulit untuk mengatasinya karena panas yang sangat tinggi di sirkuit,” tutup Vinales.

Ya kalau sudah begitu, kesempatan terakhir untuk menemukan solusi semua masalah tersebut ya di Sirkuit Losail awal bulan depan. Itu adalah sesi terakhir tes pramusim sebelum race sesungguhnya dimulai di tempat yang sama, dua pekan kemudian!

Yamaha, ayo dong bangkit, kasihan pak dhe Rossi sudah 39 tahun, sudah makin sempit saja peluang menggondol titel ke-10 sepanjang karirnya.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*