Johann Zarco, Yamaha Terkencang di Thailand, Rahasianya Mengejutkan!

Hasil tes pramusim di Buriram, Thailand akan menjadi banyak bahan untuk dilakukan evaluasi oleh Yamaha. Penampilan duo pembalap mereka, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, diluar ekspektasi. Justru pembalap tim satelit Yamaha, Johann Zarco, yang tampil impresif. Zarco menjadi pembalap tercepat kedua dari 3 hari tes akhir pekan lalu, ketika Rossi dan Vinales hanya di posisi 12 dan 8! Ketika ditanya apa rahasianya, cukup mengejutkan, cak!

Pria Prancis ini lebih cepat 0,493 detik dan 0,730 detik dari Vinales dan Rossi. Apa artinya? Menanggapi hasil positif tersebut, Zarco tetap kalem. Ia nampaknya tidak mau menimbulkn friksi dengan dua pembalap utama Yamaha.

“Saya suka trek ini. Anda membutuhkan frame terbaik di sini dan Yamaha yang terbaik di bagian itu. Saya hampir mencapai level 100% dengan motor ini. Tapi saya masih perlu lebih memahami basis ini untuk memastikannya”, ujar Zarco kepada gpone.com (18/2/2018).

Lalu, apa sih rahasia Zarco bisa sekencang itu? Dia meniru gaya balap Jorge Lorenzo, cak! Wow…

“Saya masih yakin tentang ini, saya melihat dari dekat Lorenzo, gayanya, dia cepat, juga di Ducati, sebuah tanda bahwa motornya cepat, dia sering berada di level tinggi dengan Yamaha, mungkin dia belum menemukan jalan yang benar di sini, di Thailand, saya tahu dia mencari kesempurnaan. Saya mencoba memahami metodenya,” ungkap Zarco perihal rahasia kencangnya.

Ya, kita semua penggemar MotoGP tahu bahwa Lorenzo adalah pembalap terakhir yang mampu membawa Yamaha Juara dunia MotoGP. Kelincahan sasis M1 berpadu sempurna dengan gaya balap Lorenzo yang rapi dan text box. Hal inilah yang coba ditiru Zarco, sebab Yamaha M1 memang butuh pembalap dengan gaya balap rapi. Kemudian dipadu dengan kengototan Zarco akan menghasilkan kekuatan yang menakjubkan.

Dengan hasil memikat di Thailand, apakah Zarco siap untuk menang dimusim 2018 nanti? Ada jawaban menarik dari pembalap Yamaha Tech 3 ini. Ia melihat bahwa untuk mencapai level juara, dirinya mengaku masih harus lebih kerja keras dan lebih cepat lagi.

“Itu level yang berbeda ketika membicarakan sebuah balapan. Anda harus berjuang selama 26 lap dan menghadapi pesaing-pesaing Anda. Saya tidak berpikir saya cukup cepat di sana. Kami dekat dengan podium, tapi untuk memperjuangkan kemenangan, Anda harus lebih kuat dan lebih cepat. Saya melihat Marquez lebih berpeluang, Ia sangat cepat. Dia selalu lebih cepat dari saya, seperti yang saya katakan, saya bertujuan untuk naik podium,” tutup Zarco.

Johann Zarco Yamaha tercepat di Thailand

Memang benar, pembalap kencang di sesi tes pramusim tidak menjamin akan memenagi sebuah kejuaraan. Kita bisa lihat bagaimana seorang Maverick Vinales sangat-sangat mendominasi tes pramusim MotoGP 2017 silam, bahkan selalu menjadi yang tercepat. Namun, ketika memasuki balapan resmi Ia hanya mampu menang di seri-seri awal, selebihnya harus kedodoran hingga akhirnya hanya finish ketiga di klasemen akhir.

Advertisements