Petrucci Senang Dengan Perekrutan Pecco Bagnaia, Tapi Kecewa Dengan Keputusan Timnya!

ktm indonesia

Danilo Petrucci punya pendapat tentang tentang bergabungnya Pecco Bagnaia ke timnya. Ia mengaku senang, namun kecewa dengan keputusan timnya, Pramac Racing, soal rekrutan tersebut. Petrux takut ditendang Pramac?

Danilo Petrucci (gambar dari pramacracing.it)

Dalam sesi wawancara yang rideralam.com sadur dari gpone.com (21/2/2018), Petrucci menjawab banyak pertanyaan, selain soal Bagnaia juga seputar pembalap yang bisa mengatur atau mendikte waktu di lintasan atau dengan kata lain pembalap yang bisa mengontrol pembalap lain. Ada 4 nama yang disebut pembalap berusia 27 tahun itu yakni Marquez, Lorenzo, Dovi dan Rossi.

“Pertama Marquez, Lorenzo, Valentino dan Dovizioso akan berada di barisan depan, baru kemudian diikuti pembalap lain. Dan saya berada di kategori ‘pembalap lain’ itu,” ungkap Petrucci sambil tertawa.

Sementara itu, Petrucci juga mengomentari bergabungnya Francesco Bagnaia ke tim Pramac Ducati mulai musim 2019 nanti.

“Pertama, saya ingin mengatakan bahwa saya sangat senang dengan Pecco, bersama dengan Morbidelli, saya pikir dia adalah salah satu orang yang menyenangkan di paddock, dan juga pembalap hebat” kata Petrux.

Petrucci ternyata tidak kuatir dirinya akan ditendang Pramac pasca bergabungnya Pecco. Petrux mengaku tenang-tenang saja sebab Ia sudah menandatangani kontrak dengan Ducati tahun lalu.

“Tidak, tidak sama sekali. Pertama karena saat saya masuk perpanjangan kontrak dengan Ducati tahun lalu, kesepakatan tersebut sudah jelas. Ada pilihan yang mereka inginkan, berlaku hingga 30 Juni, untuk bergabung dengan tim pabrik. Jadi jika saya terus balapan dengan Ducati, saya akan melakukannya di tim itu, kalau tidak saya tidak tahu apa yang akan terjadi ,” ungkap Petrux.

Pecco Bagnaia (gambar dari corriere.it)

Namun, walau mengaku tidak masalah dengan bergabungnya Pecco ke Pramac, Petrux tetap mengkritisi kebijakan timnya itu.

“Saya tidak mengerti dan tidak setuju dengan keputusan buru-buru dalam hal merekrut pembalap, tapi saya bukanlah pembuat keputusan, jadi saya harus menerimanya,” tutup Petrux.

Hemm… seru nih silly season MotoGP yang justru sudah terjadi di awal musim, bahkan ketika musim belum juga dimulai. Masih ada satu tes pramusim di Qatar dalam jadwal, namun rumor dan pergerakan tim dan pembalap sudah intens.

Advertisements