Pameran Produk Karya Siswa-Siswi MAN 2 Situbondo, Kaligrafi Kayu dan Makanan Olahan Laut!

Jaman sekarang, sekolah tidak lagi hanya sebatas kelas dan papan tulis. Sekolah yang hanya membuat siswa seperti patung menerima materi pelajaran sambil manggut-manggut di atas kursi dan bangku. Sekolah harus menjadi tempat menyalurkan bakat dan kreativitas peserta didik. Berikan ruang bagi mereka yang kreatif untuk berkembang. Hal inilah yang menjadi dasar dari kegiatan positif siswa-siswi MAN 2 Situbondo di bawah bimbingan guru yang kompeten di bidangnya, Pameran Tugas Terbaik, Kriya Kayu Kelas XII Tahun 2017-2018 pada hari ini, Sabtu (24/2/2018) di halaman MAN 2 Situbondo.

Sesuai judulnya, pameran karya siswa-siswi MAN 2 Situbondo kelas XII IPA dan IPS ini merupakan pameran karya siswa dalam kerajinan kayu. Hasil karya berupa kerajinan hiasan dinding kaligrafi dengan bahan dasar serbuk gergaji kayu sehingga disebut kriya kayu.

Produk kerajinan kaligrafi dengan bahan dasar kayu ini dikerjakan oleh siswa-siswi MAN 2 Situbondo secara berkelompok yang berisi 6-8 siswa. Mereka diberi waktu satu bulan untuk menyelesaikan tugas.

Menurut salah seorang Siswa bernama Alex Sandra, kerajinan ini berbahan dasar serbuk gergaji kayu, lem kayu dan papan triplek. Proses pembuatannya dimulai dengan memotong triplek sesuai ukuran yakni 100 cm x 60 cm. Kemudian, di atas triplek itu digambar bentuk dasar kaligrafi (mal) menggunakan pensil atau alat tulis lainnya. Selanjutnya, serbuk gergaji kayu dicampur dengan lem kayu putih secukupnya hingga berbentuk bubur. Kemudian, adonan dipasang ke atas triplek yang sudah ada pola kaligrafinya.

“Ketelatenan dan hati-hati perlu nih pak saat di tahap ini,” ujar Alex dengan antusias.

Kemudian pewarnaan dilakukan setelah cetakan kering. Pewarnaan menggunakan cat merk AG* kemudian finishing menggunakan cat vernis agar hasil kaligrafi tidak rapuh dan tampak mengkilap. Ketika ditanya berapa akan dijual hasil karyanya, Alex dengan malu-malu menyebut angka Rp200.000,-

“Punya saya sudah laku, pak. Dibeli bu Komariyah,” sambil cengengesan dia langsung menimpali ketika.

Alex Sandra dan karya kaligrafi kayunya (atas)

Wow… Terjual Rp200.000,- adalah sebuah prestasi sekaligus pembelajaran kepada peserta didik bahwa jika skill dikembangkan dan serius dikerjakan maka hasil akan mengikuti. Tetapi paling penting adalah mereka bisa belajar tentang kewirausahaan serta makna menghargai karya seni.

Masih dalam bingkai kegiatan belajar mengajar, pameran kriya kayu ini merupakan produk dari kegiatan pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di bawah bimbingan guru Alfan, S.Pd dan Mohammad Ramli, S.Pd. Keduanya sebagai sarjana pendidikan khususnya seni lulusan Universitas Ganesha, Bali ini mendorong peserta didik untuk mengembangkan life skill sebagai bekal mereka saat membaur dengan masyarakat. Keahlian ini penting untuk menjadi bekal keterampilan peserta didik untuk bisa mandiri dan mampu berdiri sendiri di atas kaki sendiri ketika harus putus sekolah misalnya karena biaya.

Semoga, pameran ini bukanlah akhir dari sebuah tugas namun harus menjadi awal dari kemandirian dalam hidup. Kalian harus tunjukkan bahwa kalian bisa, MAN 2 Situbondo bisa!

Untuk yang berminat mengoleksi hasil karya siswa-siswi Kami, silahkan kontak saya di whatsapp 082335553987. Saya hanya sebagai perantara saja.

Selain kriya kayu, siswa-siswi kami juga melakukan pameran aneka produk olahan hasil laut seperti kripik ikan, ladrang ikan, abon ikan, sambal ikan dan lainnya.

Advertisements