Kenaikan Bahan Bakar Pertamina Tertinggi, Namun Masih Lebih Murah Dari Kompetitor!

Pemerintah baru saja per-24 Februari kemarin menaikkan harga bahan bakar khusus jenis Pertamax cs. dengan kisaran Rp300-Rp750. Harga yang cukup tinggi apalagi ini adalah kenaikan ketiga dalam dua bulan terakhir. Namun, meski naik cukup tinggi, bahkan tertinggi dibanding dua kenaikan di bulan lalu, harga jual bahan bakar milik Pertamina ini masih lebih murah dari kompetitornya.

Sebagai contoh untuk jenis Pertalite, saat ini Pertamina menjualnya dengan harga Rp7.600,- sedangkan jenis bahan bakar yang sama yakni RON 90 di Vivo mencapai Rp8.350,- dan Shell Reguler Rp8.400,-.

Untuk jenis Pertamax atau RON 92, harga jual setelah kenaikan adalah Rp8.900,-sementara Revvo kini Rp9.100,- naik cukup tinggi dari Rp8.350,- sebelumnya. Sedangkan Shell Super sudah naik sejak 16 Februari lalu menjadi Rp9.250,-.

Pertamax Turbo dengan RON 98 dijual seharga Rp10.100,- sedangkan Shell menjual Rp10.450,- per liter. Dan Pertamina DEX Rp10.000,- sedangkan Shell Diesel Rp10.150,- per liter. Semuanya adalah harga Jabodetabek.

Secara umum, tidak hanya Pertamina yang mengalami koreksi harga alias naik, namun seluruh operator bahan bakar yang beroperasi di Indonesia juga melakukan hal yang sama. Tidak ada yang salah dengan kenaikan itu, pun ketiadaan pemberitahuan sebelumnya oleh pemerintah, karena memang harus demikian untuk menghindari spekulan-spekulan penimbun bahan bakar nakal.

“Kita menawarkan harga terbaik dengan kualitas terbaik,” kata VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito seperti dikutip rideralam.com dari JawaPos.com, Minggu (25/2/2018).

Sekedar informasi, saat ini harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan. Untuk harga minyak acuan Brent (ICE) berkisar USD 67,31 per barel. Sementara WTI Crude Oil berada di harga USD 63,55 per liter. Sedangkan kurs rupiah berada di angka Rp 13.685 per USD.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*