Menelan Biaya 58 Juta Dollar, Sirkuit Losail Ternyata Punya Kekurangan Fatal!

ktm indonesia

Mulai hari ini hingga tiga hari ke depan sirkus MotoGP kan beralih ke daerah padang pasir, Sirkuit Losail, Qatar untuk melakukan uji coba terakhir pra musim 2018. Sirkuit Losail telah rutin menyelenggarakan balapan motor prototype sejak 2 Oktober 2004.

Sirkuit Losail di tengah padang pasir

Kondisi sirkuit yang berada di tengah padang pasir yang kering dengan suuhu mencapai 50 derajad Celcius, pengelola akhirnya membuat terobosan penting dan bersejarah, balapan MotoGP Qatar dilangsungkan pada malam hari. Night race on the desert circuit! Terobosan yang dilakukan 4 tahun pasca menggelar balapan perdana MotoGP alias tahun 2008! Sirkuit pertama di dunia yang menggelar balapan malam!

Balapan malam bukanlah balapan murah, sebab lintasan harus memiliki penerangan yang super sehingga nyaris tidak ada bayangan yang terbentuk. Alhasil, pengelola akhirnya memasang lampu penerangan yang dibuat permanen sejumlah 3.500 lampu. Hasilnya, kita bisa saksikan saat siaran langsung race dimana kondisi seperti tidak sedang balapan malam, terang benderang.

Sirkuit Losail malam hari

Sistem penerangan ini setara dengan penerangan 70 kali stadion sepakbola dengan penerangan standar FIFA. Jika mengacu pada standar minimal penerangan stadion untuk melakukan siaran langsung pertandingan televisi yakni 2.000 lux, seperti dikutip dari fifa.com (1/3/2018) berarti Sirkuit Losail punya kekuatan pencahayaan mencapai 140.000 lux? Wow… kebayang terangnya kayak apa ya.

Pembangunan sirkuit dengan lokasi “dikelilingi” pasir menimbulkan konsekuensi pasir akan beterbangan masuk lintasan, tidak hanya mengganggu pandangan, pasir juga membuat lintasan menjadi licin yang memicu motor sulit dikendalikan sehingga resiko untuk terjadi kecelakaan menjadi tinggi, karena hal itu sirkuit Losail dikelilingi oleh rumput sintetis yang dirancang untuk mencegah pasir dari gurun masuk kedalam lintasan.

Jadi, tidak heran dengan mempekerjakan 1000 tenaga dan waktu pengerjaan kurang dari setahun, biaya yang dikeluarkan hingga rampungnya Losail adalah US$58 juta! Negara kayaaaa… dan tidak korup!

Namun, tak ada gading yang tak retak. Tidak ada yang sempurna, sebab kesempurnaan hanyalah milik Dzat Yang Haqiqi, Allah SWT. Sirkuit canggih dan mahal Losail ini punya satu kekurangan yang cukup fatal, sistem drainase yang buruk! Tidak heran, sebab di awal perencanaan pembangunan tidak ada yang memprediksi akan terjadi hujan lebat di sana. Padang Pasir gitu loh, namun faktanya kondisi bumi yang makin tua membuat segalanya jadi mungkin. Cuaca mengalami perubahan pola. Sirkuit Losail akhirnya diguyur hujan lebat.

Sirkuit Losail saat MotoGP 2017

Kejadian pertama di tahun 2009 silam. Balapan harus ditunda saat hujan lebat turun di malam hari saat balapan akan dilangsungkan. Akibatnya, Dorna memundurkan balapan keesokan harinya. Kejadian berikutnya tahun lalu. Kita bisa saksikan bagaimana air hujan yang sangat lebat tidak mampu diserap semuanya oleh sistem drainase. Alhasil, sesi latihan bebas keempat dan sesi kualifikasi dibatalkan. Saat race-pun, race director memutuskan mengurangi jumlah lap sebanyak 2 putaran karena hujan turun walau rintik-rintik saja. Sebab, saat itu balapan dideclare dry race!

Secara teknis, Sirkuit Losail memiliki panjang lintasan 5,4 km sehingga balapan normal akan dilangsungkan sebanyak 22 lap (20 lap Moto2, 18 lap Moto3) dengan total jarak tempuh pembalap mencapai 118,4 km!

Lay Out Sirkuit Losail

Losail punya 16 tikungan; 6 ke kiri dan 10 ke kanan, membuatnya masuk kategori sirkuit clockwise, layaknya mayoritas sirkuit MotoGP lainnya. Lebar lintasan mencapai 12 meter, bukan yang terlebar seperti Silverstone (17 m) namun masih 1 meter lebih lebar dari Jerez yang merupakan sikuit tersempit di MotoGP 2018 ini. Yang bikin seru tentu saja panjang straight alias lintasan lurus Losail yang mencapai 1.068 meter!

 

Advertisements

1 Trackback / Pingback

  1. Hal-Hal Menarik Dari Losail, Sete Gibernau & Casey Stoner Yang Pertama! | rideralam.com

Comments are closed.