Kalau Marquez Bisa Menang Lagi di Qatar, Hebat atau Yang Lain Gak Becus?

Kalau Marc Marquez masih bisa menang juga di Losail, Qatar saat MotoGP seri pembuka nanti, ada dua kemungkinan. Pertama, pembalap lain gak becus untuk menang atau kedua, Marquez memang pembalap luar biasa! Koq bisa?

Sebelum lanjut, sampeyan jangan terprovokasi dengan paragraf pembuka artikel ini. Itu murni muncul di pikiran ketika membaca komentar Marquez sendiri saat usai melakoni tes pramusim hari kedua di Sirkuit kebanggaan rakyat Qatar itu, Jumat (2/3/2018).

“Tentu trek ini cukup sulit bagi kami, bagi Honda, serta gaya membalap saya,” terang Marquez. Mungkin ini adalah salah satu trek terburuk di kalender,” seperti dikutip dari motorsport.com (3/3/2018).

Apa yang dikatakan Marquez ada benarnya. Sepanjang karirnya di kelas premier sejak 2013 silam, Marquez hanya sekali bisa menang di Losail yakni di tahun keduanya. Selebihnya tidak pernah lagi.

Musim lalu, Marquez hanya di posisi 4 berjarak hampir 7 detik dari Vinales yang memenangi balap debutnya bersama Yamaha. Tahun 2016, pembalap berusia 25 tahun itu berada di posisi 3. Tahun 2015 di posisi dan di tahun debutnya ada di posisi 3. Jadi, jika Ia kemudian berkomentar bahwa trek Losail menyulitkan dirinya dan Honda, masuk akal juga. Dengan status 4 kali juara MotoGP dalam 5 tahun terakhir hanya 1 kemenangan di Losail menjadi fakta yang tak terbantahkan soal keluhan itu.

Nah, jika di musim 2018 ini Marquez bisa menang lagi seperti di tahun 2013, maka kesulitan itu justru menjadi pembuktian seorang Marquez yang hebat. Ini menunjukkan skill dan kemampuan belajar Marquez memang jempolan

“Tapi bagaimanapun kami mencoba untuk bekerja, dan saya juga mencoba untuk menekan pada limit,” tambah Marquez.

Jadi, ketika motor #93 kemarin mengalami crash di sejam terakhir sesi tes hari kedua, itu adalah bagian dari pembelajaran yang dilakukan Marquez untuk memecahkan kesulitan yang dialaminya. Dan, jatuhnya itu akhirnya telah menghasilkan sesuatu. Bersiaplah di hari terakhir tes hari ini akan ada kejutan dari Marquez. Karena menurut pengakuannya setelah jatuh, Ia menemukan ‘something’ yang bisa digunakan sebagai modal menghadapi race sesungguhnya di seri pembuka 18 Maret nanti.

“Kami masih membutuhkan sedikit perubahan pada keseimbangan motor. (Kondisinya) bagus setelah terjatuh. Saya mencoba motor kedua yang benar-benar berbeda, dan di sana kami menemukan sesuatu. Kami meningkat di beberapa area yang mungkin akan lebih baik untuk konsisten dan lebih cepat,” tutup Marquez.

Advertisements