Race 2 ARRC Thailand 2018: Pembalap Indonesia Panen Sanksi, Wahyu Aji Paling Tragis!

Race kedua Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018 telah usai digelar, Minggu (4/3/2018). Para pembalap Indonesia mendapatkan hasil beragam di dua dari tiga kelas yang dipertandingkan. Jika di race pertama Mario Suryo Aji menjadi pembalap Indonesia dengan torehan terbaik, maka di race kedua Syahrul Amin dan Rafid Topan bersanding sebagai yang terbaik. Drama juga tersaji di kelas UB150 dan AP250 dimana pembalap-pembalap Indonesia panen sanksi! Bahkan salah satunya berakhir tragis!

UB150

Sejatinya, saat podium pemberian medali, Lagu Indonesia Raya berkumandang sebagai pertanda kemenangan dirih pembalap Indonesia. Ya, di race 2 Wahyu Aji Trilaksana keluar sebagai pemenang dan berhak naik ke podium tertinggi, namun sebuah insiden di last lap mencuri perhatian race director. Alhasil, setelah dilakukan investigasi Wahyu dinyatakan bersalah karena membahayakan dirinya dan pembalap lain. Akibatnya, pembalap Yamaha Indonesia itu dikenai sanksi tambahan 20 detik. Tragis, gelar juara dicopot bahkan di update hasil race 2 posisi Wahyu anjlok ke posisi 9!

Wahyu Aji Trilaksana mendapat penalti 20 detik, kemenangan sirna!

Sebenarnya, sanksi ini bukanlah yang pertama di terima Wahyu. Di race 1 Wahyu juga dikenai sanksi pengurangan 3 poin akibat kesalahan yang sama! Sebuah pekerjaan rumah bagi Yamaha dan Wahyu untuk lebih berhati-hati dalam riding style di lintasan. Terlepas apakah keputusan tersebut adil atau objektif, kesalahan-kesalahan tidak perlu memang harus diminimalisir agar perjuangan dan kerja keras di lintasan tidak berakhir tragis!

Di kelas UB150 ini, pembalap Indonesia yang mendapatkan sanksi tidak hanya Wahyu. Gupita Kresna Wardhana mendapatkan sanksi penurunan 5 grid pasca diputuskan bersalah melebihi batas trek. Akibatnya, pembalap Yamaha Yamalube KYT itu mundur ke posisi 13. Akibat dari sanksi Wahyu dan Gupita  serta satu pembalap asal Malaysia akibat bobot motor dan pembalap di bawah batas minimal, Syahrul Amin yang sejatinya hanya finish ke-4 naik menjadi runner up.

Juara race 2 akhirnya diberikan ke pembalap Malaysia, Md Helmi Azman yang mengendarai Supra GTR150.

AP250

Banjir sanksi untuk pembalap Indonesia di UB150 nampaknya menular ke AP250. Adalah Mario SA dan M. Faerozi yang mengalaminya. Kedua pembalap tersebut diputuskan bersalah melebihi batas trek dan diturunkan posisinya sebanyak 5 grid. Akibatnya, Mario yang finish kelima mundur ke-10 dan Faerozi dari 8 ke-13. Tobat cak…

 

Rafid Topan runner up Race 2 AP250 Thailand

Hasil terbaik pembalap Indonesia diraih Rafid Topan yang mengendarai R25. Topan finish runner up di belakang pembalap wanita asal Thailand Muklada Sarapuech yang di race 1 kemarin juga mendapat sanksi.

Ahwin Sanjaya, Andi M Fadly, Richard Taroreh dan Rezha Danica berturut-turut berada di posisi 6 hingga 9 diikuti Mario SA 10 dan Anggi Setiyawan di tempat ke-11.

SS600

Kelas yang adem ayem dari drama. Tidak ada putusan lanjutan dari hasil race kedua yang dimenangkan Anthony West itu. Pembalap Indonesia tidak bisa berbuat banyak di kelas ini. Bahkan satu pembalap Ahmad Yudhistira harus gagal menyelesaikan balapan sejak awal.

Andi ‘Gilang’ Farid finish keenam di SS600 race 2 Thailand

Dua pembalap Indonesia lainnya di kelas ini yakni Andi Farid Izdihar dan Irfan Ardiansyah (keduanya dari tim AHRT) menyelesaikan 16 putaran Chang International Circuit di posisi 6 dan 10.

Kesimpulan

Berakhirnya race kedua ARRC Thailand maka seri perdana juga telah usai. Dari dua race yang diselenggarakan, tidak ada satupun pembalap Indonesia yang memenangi balapan. Hasil maksimal adalah p yang diraih Mario SA di kelas AP250 pada balapan Sabtu dan Rafid Topan (AP250) serta Syahrul Amin (UB150) di hari Minggu. Justru pembalap Indonesia panen sanksi dari race director dengan beragam kesalahan yang dibuat.

Jika sampeyan lihat balapan ARRC, terutama kelas UB150 dan AP250, ngeri-ngeri sedap melihat aksi-aksi pembalap di lintasan. Contoh ketika memasuki trek lurus, jika sampeyan saksikan MotoGP atau Superbike para pembalap fokus untuk memacu motor tunggangannya guna mencapai kecepatan maksimal, di UB150 dan AP250, para pembalapnya justru terlihat sibuk menutup jalur balap lawan. Jadi, tidak heran jika melihat manuver-manuver mereka yang tiba-tiba meliuk ke kanan, tak lama kemudian meliuk lagi ke kiri. Apalagi saat melibas tikungan, drama makin sering terlihat. Akibatnya, sanksi siap diterima!

Advertisements