Iri Dengan Crutchlow dan Petrucci Alasan Bos Tech 3 Pisah Dengan Yamaha

Tech 3 memutuskan berpisah dengan Yamaha setelah 20 tahun bersama. Spekulasi berkembang terkait alasan “cerai” tersebut. Banyak pihak meyakini Tech 3 ‘cemburu’ Yamaha mendekati tim MotoGP milik Rossi. Maklum, Vale adalah anak emas Yamaha, dengan tim bentukannya yang akan bergabung ke kelas premier, Yamaha menjadi destinasi favorit. Namun, ternyata bukan itu alasan Herve Poncharal ambil keputusan besar itu!

Bos Tech 3 Herve Poncharal iri dengan Crutchlow dan Petrucci

Rumor lain menyebutkan Poncharal tergoda untuk bergabung dengan tim kaya KTM. Maklum, tim asal Austria itu memang sedang ingin punya tim satelit musim depan. Namun ternyata, Poncharal punya alasan lain soal keputusannya yakni pria Prancis itu iri dengan Cal Crutchlow dan Danilo Petrucci! Nah lho, koq?

‚ÄúSemua orang berharap mungkin sesuatu yang sedikit spesial datang dari Yamaha untuk mendukung Johann, seperti HRC dengan Cal atau Ducati kepada Danilo Petrucci. Tapi itu tidak datang, walaupun kami membuktikan malam ini (di Qatar) dukungan dan motor dari Yamaha adalah dukungan luar biasa, serta cukup bagus untuk memuncaki tes,” ungkap Poncharal.

Ucapan Poncharal tersebut didasari dari hasil balapan di musim lalu. Di dua seri terakhir Malaysia dan Valencia, Zarco berhasil finish podium. Di Malaysia dalam balapan basah dan di Valencia balapan kering, bahkan Zarco hampir saja memenangi seri pamungkas tersebut. Nah, dengan hasil itulah Poncharal berharap Yamaha bisa memberikan keistimewaan untuk Zarco. Keistimewaan apa?

Jika acuannya adalah Crutchlow dan Petrucci, maka tidak lain Poncharal ingin Yamaha memberikan motor Yamaha M1 terbaru yang setara dengan Vinales dan Rossi untuk Zarco di musim 2018 ini. Sekedar informasi, walau ada di tim satelit LCR Honda dan Pramac Ducati, baik Crutchlow maupun Petrucci mendapatkan motor yang sama dengan yang digunakan pembalap tim pabrikan.

 

Cal Crutchlow dengan RC213V 2018
Danilo Petrucci dengan Desmosedici GP18

Kebijakan Yamaha selama ini untuk tim satelitnya adalah motor yang mereka berikan adalah motor yang digunakan tim utama musim sebelumnya.

Wah, sebuah keinginan yang wajar sih dari seorang bos tim yang melihat potensi besar pembalapnya. Logikanya, dengan motor bekas saja pembalap gue bisa podium bahkan nyaris menang, apalagi kalau dapat motor baru.

Johann Zarco dengan M1 bekas masih bisa kalahkan Rossi yang dapat M1 baru

Tapi, akhirnya sang bos paham jika keinginannya mustahil untuk diwujudkan. Yamaha punya aturan yang baku, ikuti atau keluar. Dan, Poncharal memilih keluar guna mengadu nasib keluar dari zona nyaman selama 20 tahun dan berharap ada tim pabrikan lain yang bisa memenuhi keinginannya.

Jika melihat rekam jejak dan prestasi Tech 3 di MotoGP, rasa-rasanya Poncharal tidak akan kesulitan menemukan tim pabrikan lain yang mau menampungnya. Disebutkan di atas KTM dengan kekuatan sponsorship Red Bull punya peluang besar untuk diajak kerjasama. Atau setidaknya ada Suzuki yang juga butuh tim satelit tahun depan.

Advertisements