Market Kecil, Suzuki Ogah Mainan Maxi Skutik, Malah Mau Nantangin BeAT, Hadeuuhh…

Di India sana Suzuki punya maxi skutik bernama Burgman Street yang sebenarnya bisa menjadi basic maxi skutik di sini, Indonesia. Tapi, ternyata Suzuki ogah melakukannya. Suzuki enggan bermain di segmen maxi skutik. Mereka beralasan tahun ini target Suzuki adalah mengejar kuantitas penjualan.

Yohan Yahya selaku Sales & Marketing 2W Dept Head SIS mengatakan walau demikian, Suzuki tentu saja juga akan bermain di segmen maxi skutik 150cc, tapi tidak di tahun ini.

“Tapi tidak tahun ini. Tahun ini kami fokus di skutik low (di bawah 125 cc) dahulu,” katanya seusai Suzuki Media Gathering 2018 di Jakarta Seperti dikutip dari viva.co.id (8/3/2018).

Memang benar jika melihat data AISI, penjualan skutik 110 cc nasional berkontribusi 56% dan skutik 125 cc sebanyak 24% dan skutik premium hanya 6% dari total 82% penguasaan segmen skutik. Tapi, Suzuki kudu ingat bahwa di segmen low skutik 110-125 cc ada pemain-pemain lama yang sudah sangat kuat mengakar di mindset konsumen tanah air.

Walau punya ‘kue’ 56% tapi skutik 110 cc lebih dari 90% milik Honda leeat BeAT dan Vario 110. Suzuki sebenarnya punya senjata di kelas ini, Nex 110, tapi kita tahu seperti apa nasibnya kini. Melongok ke kelas 125 cc, Suzuki punya Address yang sebenarnya secara value better than the rivals, tapi kekuatan Vario 125 dan Mio series (M3, Z, S) bukanlah lawan enteng. Intinya, di skutik entry level ada kekuatan ‘tradisional’ yang sulit diruntuhkan. Bahkan, pabrikan sekelas Yamaha saja kini mulai meninggalkan skutik 110 cc dan lebih memilih kelas premium, mereka sadar melawan BeAT bukanlah langkah menguntungkan.

Entah, pertimbangan apa yang membuat SIS memutuskan fokus ke skutik entry level dibanding kelas maxi. Kalau hanya melihat besaran market, itu tadi hambatan-hambatannya. Kenapa tidak mulai melirik kelas maxi, skutik premium dengan kubikasi 150 cc ke atas. Kelas ini sedang happening.

Yamaha sudah merasakannya dengan jajaran maxi skutiknya mulai dari NMax, yang bahkan kini menjadi tulang punggung skutik pabrikan garputala itu, Aerox hingga XMax 250 dan LEXi yang tak lama lagi ngaspal. Honda pun sudah turun gunung, seperti biasanya, melihat market yang terus berkembang, bukan Honda namanya jika tidak ikutan nimbrung.

Koentji ada di market maxi skutik yang terus tumbuh. Suzuki seharusnya mulai masuk segmen ini, mumpung masih Yamaha di atas, mumpung Honda baru mau membangun imej, kenapa tidak adu peruntungan di kelas ini. Dari pada mengejar yang terlihat besar tapi sebenarnya sempit, mending ini masih kecil tapi terbuka lebar untuk mencuri sekian persen pasar. Toh, walaupun hanya 6% kue maxi skutik, tapi melihat penjualan NMax bulan Februari kemarin yang mencapai 34 ribuan unit, Suzuki mosok gak ngiler? New PCX saja sudah tembus 9 ribuan unit, sudah kalahkah total penjualan Suzuki tuh, mosok masih tidak ngiler? Malah mau nantangin BeAT, besar benar nyalimu, Suz?!

Advertisements