Jelang MotoGP Qatar 2018: Zarco: “Saya ke Qatar Untuk Menang”

ktm indonesia

“Saya ke Qatar untuk Menang”, sebuah pernyataan yang menandakan kepercayaan tinggi seorang pembalap tim non pabrikan, Johann Zarco. Bagi sebagian orang bisa jadi itu ungkapan kesombongan, namun melihat hasil tes terakhir di tempat yang sama, Zarco memang pantas sombong, setidaknya untuk menjaga semangat dan ambisinya memenangi race MotoGP sejak naik kelas musim lalu.

Masih segar di ingatan ketika lampu start padam, sebuah motor hitam livery hijau bernomor 5 tiba-tiba melesat dan memimpin jalannya balapan. Motor tersebut terus memimpin dan bahkan memperlebar gap dengan pembalap di belakangnya. 6 lap, ya 6 lap Zarco sukses memperkenalkan diri kepada pembalap unggulan dan terutama kepada publik pecinta MotoGP tentang kehadiran seorang rookie, sebelum akhirnya “hukum alam” menghalanginya jumawa. Ia terjatuh di lap ke-7. Tapi, hal itu sudah lebih dari cukup bagi seorang rookie mempresentasikan dirinya ke dunia.

Usai tampil mengejutkan, Zarco mengaku terkejut sehingga kurang konsentrasi dan fokus dan berakibat terjatuh di tikungan dua. “Di Qatar, saya mengejutkan banyak orang dan diri saya sendiri. Saya tidak bercenana untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Jadi, memimpin balapan di seri perdana sangat positif bagi diri saya sendiri,” ungkap Zarco, seperti dikutip dari Speedweek.com (16/4/2017).

Sejak debut impresif di seri pembuka, publik jadi makin memperhatikan Zarco. Di akhir musim Ia dinobatkan sebagai rookie of the year, prestasi terbaiknya adalah finish kedua di Prancis dan Valencia. Namun, tidak hanya itu saja yang membuat pamor Zarco melambung, Ia berulang kali mengalahkan dua pembalap pabrikan induknya, Yamaha yakni Vinales dan Rossi di musim itu!

Setahun berlalu, kini Zarco mengaku telah siap untuk menang di Qatar, sekaligus kemenangan pertamanya di kelas premier balap grand prix paling populer di dunia itu. Zarco punya modal untuk melakukannya, selain pengalaman berharga musim lalu, sesi tes pramusim terakhir di Losail Ia tampil tercepat unggul 0,337 detik dari pembalap kedua yang kebetulan adalah Valentino Rossi.

Tapi, Zarco harus tetap menapak ke bumi. Tes pramusim memang sedikit banyak bisa memberikan gambaran performa motor. Tapi, balapan tetaplah balapan. Ada puluhan lap yang harus dilibas dengan konsekuensi motor akan menerima banyak tekanan dan perlakuan berbeda. Tingkat stress pembalap juga sangat menentukan, persaingan sengit di lintasan dengan pembalap lain, nafsu menang hingga kecerdasan mengatur ritme kapan menyerang, kapan menjaga kondisi ban menjadi sekian banyak faktor dari bejibunnya faktor yang menentukan nasib seorang pemenang balap. Beda dengan tes pramusim yang hanya butuh single lap untuk bisa diakui sebagai yang tercepat.

Zarco menyadari hal itu. Dalam wawancaranya yang dimuat oleh crash.net (12/3/2018) Zarco menyebutkan masih banyak hal yang harus dikerjakan untuk meraih kemenangan. Ia akan menikmati balapan di Losail, akhir pekan ini.

“Kami tahu, kami masih memiliki banyak hal untuk dikerjakan agar bisa meraih kemenangan, tapi saya bisa memulai balapan pertama tahun ini dengan harapan untuk memperjuangkan kemenangan dan saya cukup senang dengan perasaan ini, sebelum kompetisi dimulai. Saya ingin terus menikmati! Mari kita lihat apa yang bisa kita dapatkan di Qatar akhir pekan ini.”

Advertisements