Tidak Laku di Dalam Negeri, Malah Laris di Mancanegara, Nih Daftar Motornya!

Cak, apa persamaan dari motor-motor berikut; GSX-R150, GSX-S150, Address, R25 dan MT-25? Dibilang sport, ada skutik Address. Dibilang motor laki, lagi-lagi ada Address. Dibilang satu pabrikan jelas tidak, 3 nama pertama Suzuki, sisanya Yamaha. Dibilang milik saya semua, malah satupun tidak ada di garasi rumah. Milik sampeyan semua? Bisa jadi sih, tapi bukan itu, maksudnya adalah kelima motor itu punya nasib serupa, laris di tanah seberang, tak laku di negeri sendiri!

Tidak laku di sini bukan berarti tidak ada peminatnya, tapi peminatnya masih lebih banyak dari luar negeri. Dengan kata lain ekspor kelima jenis motor buatan Indonesia (istilah saja lho ya) lebih besar dibanding pasar domestik.

Suzuki Address 125

Data yang kita pakai adalah penjualan (wholesales) di bulan Februari 2018 kemarin seperti yang dimuat di kompas.com (14/3/2018). Mulai dari skutik satu-satunya dalam daftar, Suzuki Address. Skutik ini sebenarnya punya banyak kelebihan dibanding produk sekelasnya, seperti performa terbaik, irit hingga bagasi luas, namun entah mengapa konsumen kita tidak begitu meminatinya. Hanya ada 736 unit Address yang terjual pada bulan lalu. Tentu, dengan marketshare skutik yang mencapai 80% nasional, angka tersebut sangatlah kecil. Mio M3 yang sekelas dengan Address dari sisi kapasitas mesin saja terjual 15 ribuan unit, itupun Mio M3 hanya menjadi skutik terlaris ke-6 dari daftar 10 motor terlaris Februari 2018.

Kebalikan dengan pasar domestik, Address begitu diminati oleh para bule di luar negeri sana. Buktinya ada 1.230 unit Address yang berhasil diekspor SIS bulan lalu. Tentu, ini kabar menyenangkan bagi SIS. Rupiah tersendat, dollar mengalir.

Suzuki GSX Series

Nasib serupa dialami Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150. Sport 150 cc paling powerfull di kelasnya ini hanya mampu memikat konsumen tanah air kurang dari seribu unit. GSX-R150 terjual 848 unit sedangkan GSX-S150 ebih parah, 63 unit. Padahal rival-rival mereka dari Honda dan Yamaha sudah di angka 7 ribuan dan 2 ribuan unit.

Beruntung, walau di lokal kurang bergairah di mancanegara lumayan diterima dengan baik. GSX-R150 dan GSX-S150 masing-masing diekspor sebanyak 948 unit dan 660 unit. Memang, belum tembus seribu tapi lumayan dibanding pasar domestik.

Yamaha R25 dan MT-25

Dua motorsport Yamaha, R25 dan MT-25 juga tidak kalah miris nasibnya jika melongok penjualan domestik. Dua motor identik dari sisi mesin ini hanya terjual 83 unit dan 110 unit saja sepanjang Februari kemarin. Namun, saat melihat data ekspor, Yamaha pantas tersenyum. Motor seperempat liternya itu bisa terjual hingga lebih dari 2 ribu unit dimana R25 sebanyak 1.120 unit dan MT-25 1.040 unit.

Beda Selera Konsumen Lokal dan Mancanegara

Bicara pasar jelas bicara selera. Jika melihat data di atas, selera konsumen luar negeri dengan konsumen tanah air bisa dibilang berbeda. Bicara desain; R25, MT-25 atau GSX-S150 memang seperti bukan selera konsumen di sini. R25 yang gak moge look lah, MT-25 yang mirip motor 150cc lah atau GSX-S150 yang aneh pada sisi headlamp dan buritan terlalu nungging menjadi beberapa alasan yang menyeruak di jagad maya. Padahal, dari sisi performa siapa yang meragukan GSX-S150 atau MT-25 atau ketika CBR250RR dan New Ninja belum facelift, R25 juga paling gahar.

Untuk GSX-R150 dan Address desain sudah bisa diterima, setidaknya komentar miringnya tidak semassive tiga produk yang disebutkan sebelumnya. Tapi kenapa masih tidak laku juga di sini? RA melihatnya untuk dua produk ini gagalnya lebih karena brand, bukan desain atau kualitas atau performa. Desain GSX-R150 sporty banget, everlasting (calon) dan simpel. Address juga tidak seperti Nex yang cungkring, Address malah terlihat elegan dengan desain dan grafis yang dimilikinya saat ini.

Tapi, mau protes seperti apapun inilah pasar. Konsumen adalah raja. Mereka yang punya uang, mereka yang menentukan pilihannya sendiri, pabrikan “hanya” tinggal menyediakan yang mereka mau. Cocok beli, gak sreg beli yang lain. Produsen harus jeli membaca hal yang seperti itu. Toh, kenapa Yamaha atau Honda lebih masuk mindset Konsumen di sini dibading Suzuki juga tidak serta merta terjadi begitu saja. Butuh kerja keras, kecerdasan hingga keberuntungan untuk mencapai tahap itu.

Advertisements