Bos Yamaha Sebut Poncharal Bohong Soal Alasan Tinggalkan Yamaha, Wah Panas ki Cak!

Herve Poncharal berbohong demi gabung tim kaya? (gambar crash.net)

Herve Poncharal telah membawa timnya, Tech 3, keluar dari Yamaha dan kerjasama dengan KTM. Kala itu, alasan yang dikeluarkan oleh pria Prancis itu adalah Yamaha tidak memberikan dukungan penuh untuk pembalapnya, Johann Zarco. Padahal performa Zarco kala itu melebih dua pembalap Pabrikan Iwata itu. Alhasil, Poncharal ‘ngambek’ dan memutuskan mengakhiri 20 tahun kemesraan dengan Yamaha. Namun, kini Yamaha akhirnya buka suara melalui Lin Jarvis. Jarvis menyebut Poncharal berbohong!

Ya, memang tidak tersirat langsung soal kata bohong, namun dari komentar Bos Yamaha itu menunjukkan bahwa alasan yang dikemukakan Poncharal tidak benar. Jarvis punya pandangan sendiri soal berpisahnya Tech 3 dengan Yamaha dan akhirnya memilih KTM sebagai pelabuhan berikutnya.

“Menurut saya, Herve pergi karena mendapat penawaran fantastis dari kompetitor yang sangat membutuhkan tim satelit. Penawaran itu mungkin mempengaruhi banyak hal, menyangkut performa motor dan stabilitas keuangan”, ujar Jarvis seperti dikutip dari motorsport.com (15/3/2018).

Wow… tapi masuk akal juga apa yang dikatakan Jarvis. KTM merupakan tim baru di kelas MotoGP namun dengan sokongan Red Bull di belakang sebagai sponsor utama, duit mereka turah-turah (berlebih). Sehingga ketika mereka merasa sudah membutuhkan tim satelit, kekuatan finansial dijadikan garda depan untuk penawaran ke tim satelit yang ada. Bentuknya adalah dukungan motor spek pabrikan yang sama persis dengan yang digunakan tim utama mereka, bukan 1 tapi langsung 2. Dan, Poncharal membaca itu sebagai peluang, sikat dah!

Lalu, mengapa Yamaha seolah-olah membiarkan Zarco atau Tech 3 tidak didukung dengan menyediakan motor spek pabrikan terbaru? Jarvis punya jawaban untuk hal ini.

“Memang benar kami belum menyediakan motor pabrikan untuk Johann. Tapi kami selalu menghormati kebijakan dan kontrak kami. Dan kontrak kami dengan Herve tidak menyediakan motor pabrikan”.

Lin Jarvis tak percaya alasan Herve Poncharal (gambar motorexpertz.com)

 

 

Ini juga masuk akal. Apa yang terjadi di lintasan adalah gambaran dari kontrak kerjasama. RA sih tidak paham bunyi kontrak antara Tech 3 dan Yamaha seperti apa, tapi jika mengacu pada ucapan Jarvis, berarti baik Poncharal maupun Jarvis sudah sepakat kalau Zarco menggunakan motor M1 spek pabrikan setahun sebelumnya. Tapi, jika Poncharal menginginkan Zarco disupport motor spek pabrikan terbaru, maka hal itu berarti harus melihat kontrak lagi. Kontrak Tech 3 dan Yamaha akan berakhir musim 2018 ini, artinya keduanya harus bernegosiasi untuk kontrak baru dimana salah satu bunyinya adalah seperti apa yang diinginkan Poncharal. Jika sepakat, berarti Yamaha akan menyediakan.

“Saya tidak percaya Herve pergi karena merasa tidak mendapat dukungan dari Yamaha”, tutup Jarvis.

Jadi, mana yang benar? Entahlah, yang tahu mereka berdua. Kita hanya sebagai pengamat dari luar yang informasinya berasal dari news online, bukan primer langsung dari keduanya. So, kita nikmati saja ‘drama’ yang terjadi di MotoGP. Menurut, sampeyan Poncharal atau Jarvis yang benar, cak?

Advertisements