Tidak Hanya SH150i, Dua Motor Honda Ini Juga Tidak Laku!

Terlahir dari induk bernama Honda tentu jaminan akan laris. Terlahir dari sebuah pabrikan motor raksasa tentu ganjarannya adalah akan dilirik konsumen. Terlahir dari penguasa marketshare motor tanah air tentu pilihan mudah bagi konsumen untuk memilihnya. Tapi, ternyata tidak semua yang disebutkan di atas berlangsung mulus. Bahkan harus berakhir tragis, tidak laku sama sekali misalnya. Adakah? Ada…

Tentu saja nama Honda sudah mengakar di mindset konsumen Indonesia, maklum karena Honda adalah produsen motor asal jepang yang sudah puluhan tahun mencengkeram pasar motor tanah air. Honda adalah raksasa, produsen otomotif dunia, bisa dibilang terbesar di dunia. Bahkan, produksi dan penjualan skutik di Indonesia adalah yang terbesar di dunia sejak plant v dibuka. Tidak heran jika skutik-skutik sayap tunggal mendominasi data AISI setiap bulan, sebut saja BeAt dan Vario, duet maut penyumbang lebih dari 80% penjualan Honda. Tapi, dibalik itu ternyata ada 2 produk skutik Honda yang sama sekali tidak terjual, bahkan jika ditambahkan 1 varian motor trail satu ini jumlahnya menjadi 3.

Pertama adalah Honda Spacy. Skutik dengan mesin 108 cc PGM-FI ini sepanjang Februari 2018 lalu sama sekali tidak terjual (tidak terdistribusi). Jangan-jangan Honda memang membiarkan si bongsor ini mati perlahan, sebab hingga kini ketika saudaranya, BeAT dan Vario bolak-balik mendapat update, Spacy justru hanya ganti kulit. Pantas, diabaikan maka hasilnya NOL. Padahal harganya gak sampai Rp15 juta lho…

Skutik kedua adalah SH150i. Sudah pernah dibahas kemarin. Skutik CBU dari Vietnam ini disinyalir memiliki desain yang gak disukai konsumen di sini dan tentu saja harga yang melekat menjadi handicap lain. SH150i sama sekali tidak terjual di bulan Februari.

Satu lagi produk CBU yang mencatatkan hasil NOL penjualan, CRF250Rally. Motor trail (atau adventure) berkapasitas 250 cc ini awal kehadirannya begitu dipuja-puji oleh media dan blog-blog tanah air (termasuk blog ini). Sempat pula mencatatkan hasil penjualan yang lumayan, bahkan di pertengahan tahun lalu permintaan motor yang tongkrongannya mirip motor reli dakar ini sampai meluber, inden segala. Tapi, kini Februari ini nasibnya berbalik 180 derajad, CRF250Rally tak lagi laku!

Tapi, tidak laku di atas maksudnya tidak terjadi distribusi dari pabrikan ke dealer. Jadi, data di atas adalah data wholesales. Data retailnya kita tidak pernah tahu. Jadi, bisa saja sampeyan akan protes dengan artikel ini karena di bulan Februari meminang salah satu dari ketiga motor di atas misalnya, nah jawabannya sudah tahu ya.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*