Sangar Sejak Start, Mlempem Jelang Finish, Zarco Beberkan Penyebabnya!

Pada balapan perdana MotoGP Qatar akhir pekan kemarin ada satu hal yang paling bikin penasaran nih, yakni performa Johann Zarco. Bagaimana ceritanya, sangat dominan sejak awal, bahkan hingga mendekati akhir balapan, namun tiba-tiba pembalap Prancis itu merosot dan terus melorot ke posisi delapan di akhir lomba. What’s wrong with him or maybe with his bike?

Ya, performa Zarco memang luar biasa. Sejak sesi latihan bebas, Ia tidak pernah lepas dari top 5. Di kualifikasi, Zarco bahkan meraih pole position. Weekend makin sempurna nampaknya ketika di race Ia langsung memimpin jalannya balapan sejak selepas tikungan pertama. Lap demi lap Zarco mamin nyaman di depan. Sesekali Ia didekati Rossi atau Marquez, namun dengan percaya diri Zarco maaih bisa bertahan.

Dari 22 lap yang direncanakan, dominasi Zarco bahkan sampai di lap ke-17 alias hanya butuh 5 lap lagi untuk mencetak sejarah sebuah kemenangan perdana di karir balap grand prix kelas tertinggi. Namun, tiba-tiba semua menjadi jauh. Hanya dalam hitungan 1-2 lap, posisi Zarco sudah melorot. Disalip Marquez dan Dovi sekaligus di lap 18. Zarco terus melorot. Rossi, Crutchlow, Petrucci, Vinales bahkan Pedrosa segera mendahuluinya. Zarco benar-benar tak berdaya di sisa-sisa lap. Beruntung, Ia akhirnya bisa finish kedelapan. Lalu, apa penyebabnya?

Berbicara usai balapan, Zarco merasa senang dengan performanya di balapan perdana kali ini. Tidak ada alasan untuk kecewa soal performanya, Ia hanya kecewa dengan kinerja ban depannya. Oalaahh… ternyata ban menjadi biang keladi trouble Zarco di sisa 5 lap Qatar tho.

“Saya merasa nyaman di depan. Sebenarnya saya menunggu pembalap lain menyalip saya, tapi ternyata tidak. Jadi, ini kesempatan saya buat menang. Tapi, setelah 8-9 lap, tiba-tiba saya merasakan keanehan di bagian depan motor. Saya berharap semua pembalap merasakannya,” ujar Zarco seperti dikutip dari motorsport.com (18/3/2018).

“Dan kemudian lima lap sampai akhir, ketika masalah ini semakin parah dengan ban depan, saat mereka menyalip saya, saya tidak bisa bertarung karena saya terlalu banyak sliding, motor seperti melaju ke sudut lintasan. Ketika saya arahkan kembali, justru hampir crash,” ungkap Zarco.

“Jadi, saya tarik nafas dan berusaha mempertahankan posisi saya, tapi pace motor makin menurun dan terlalu lambat. Dan akhirnya saya finish kedelapan, saya rasa saya harus senang dengan hasil ini,” tutup Zarco.

Di balapan kemarin, sebenarnya Zarco sama dengan kebanyakan pembalap di barisan depan yakni memilih ban tipe medium untuk di depan dan tipe soft di belakang. Hanya duo Repsol yang memilih ban tipe keras di bagian depan motornya.

Advertisements