Tidak Hanya Honda, Dovizioso Juga Dekati Suzuki, Pancingan Nih!

ktm indonesia

Kabar mengejutkan datang dari Ducati. Pembalap andalan mereka, Andrea Dovizioso dikabarkan tengah mendekati Honda dan Suzuki untuk jajaki kemungkinan membela salah satu dari kedua tim tersebut musim depan. Dovi ternyata kurang puas dengan apa yang diperolehnya di Ducati saat ini. Wow…

Laman motorsport.com (21/3/2018) menyebutkan Andrea Dovizioso melakukan pembicaraan dengan Honda dan Suzuki, selain menunggu kontrak yang lebih baik dari timnya saat ini, Ducati.

Dovi dengan prestasi lebih baik sejak musim lalu, merasa berhak memperoleh pendapatan yang lebih besar atau setidaknya sama dengan yang didapatkan sang partner, Jorge Lorenzo. Rekan satu timnya saat ini di Ducati dikabarkan mendapatkan gaji sekitar 12 juta Euro per tahun, sedangkan Dovizioso sendiri diyakini hanya mendapatkan gaji pokok sekitar dua juta.

Padahal sejak bergabung dengan Ducati tahun 2013 lalu, Dovi sangat loyal bahkan ketika Desmosedici tidak sebagus saat ini. Musim lalu Ia bahkan nyaris juara dunia, ketika sang partner yang baru bergabung justru kerepotan dengan adaptasinya. Musim ini, seri pertama Qatar kembali Dovi menunjukkan kapasitasnya sebagai calon juara dunia dengan menang head to head dengan sang juara bertahan, Marc Marquez. Lorenzo? ndlosoorr

Dovi ingin Ducati meyakinkan dirinya terkait komitmen mereka dengan tawaran kontrak selanjutnya. Jadi, cara yang dilakukan Dovi adalah membuka ruang negosiasi dengan tim pabrikan lain, agar Ducati memenuhi keinginannya.

Untuk saat ini, opsi terbaik Ducati adalah mempertahankan Dovi. Sebab, Dovi lah pembalap yang sudah paham benar seluk beluk tim merah termasuk karakter Desmo GP18. Lorenzo memang masih berpotensi meledak, tapi melihat tingkat adaptasinya yang masih belum maksimal, tentu riskan mengharapkan dirinya seorang sebagai andalan Ducati.

Merekrut pembalap lain tentu bukan opsi bagus. Ducati terkenal memiliki motot yang susah dikendalikan. Pembalap terakhir yang bisa menjinakkannya adalah Casey Stoner, dan yang mampu mendekatinya adalah Dovizioso. Memang, masih ada opsi Danilo Petrucci andaikan Dovi pergi. Tapi apa iya tim Bologna itu mau berharap pada pembalap yang tampil kurang konsisten. Kadang spektakuler, tak jarang memble. Duet Lorenzo-Petrucci? Ah… membayangkannya saja ngilu.

Apalagi saat ini para pembalap top sudah memiliki rumah masing-masing untuk musim depan. Vinales-Rossi sudah pasti di Yamaha hingga 2020, sama halnya Marquez di Honda. Barter dengan Pedrosa? Ah, Pedrosa sudah habis masanya. Dengan motor juara dunia saja hingga kini belum juga mampu juara dunia, apalagi berspekulasi dengan Ducati.

Jadi, satu-satunya pilihan bagi Ducati tentu adalah mempertahankan Dovi tetap sebagai bagian tim merah. Konsekuensinya tentu saja gaji pemenang Qatar itu harus dinaikkan. Ada prestasi, ada fulus!

Tapi, andaikan terjadi Dovi hengkang dari Ducati, Honda atau Suzuki pilihannya? Pilihan mudah sebenarnya. Jika ingin mengejar titel juara dunia, Honda opsi terbaik. So far, RC213V masih paket motor juara. Suzuki walau tengah mencanangkan kebangkitan usai babak belur musim lalu masih belum ada di jajaran persaingan titel juara. GSX-RR selama ini hanya bagus saat mereka mendapatkan status tim pabrikan dengan keistimewaan, ketika murni menjadi tim pabrikan sejati, musim lalu bisa menjadi contoh.

Advertisements