Duel Rookie I: Franco Morbidelli vs Hafizh Syahrin, Terbaik!

ktm indonesia

Siapa rookie terbaik MotoGP musim ini? Jika yang sampeyan tanyakan Marc Marquez maka jawabannya adalah Takaaki Nakagami. Beda jika Dani Pedrosa yang sampeyan takoni, Franco Morbidelli pasti jawabannya. Lalu, menurut sampeyan siapa cak? Tidak fair kalau dijawab sekarang karena musim masih panjang. Masih ada 18 seri dari 19 seri sepanjang 2018 ini. Tapi, jika acuannya adalah seri perdana di Qatar kemarin, maka prediksi Pedrosa yang benar.

Ya, Franco Morbidelli tampil sebagai rookie terbaik di Qatar akhir pekan kemarin. Pembalap binaan VR46 Academy itu sukses mengakhiri balapan di posisi 12 atau 4 poin. Lalu, dimana posisi Takaaki Nakagami? Sayang banget, pembalap Jepang itu hanya finish ke-17. Yang mengejutkan adalah performa rookie terbaru alias pembalap yang baru masuk list pembalap MotoGP di akhir-akhir yakni Hafizh Syahrin. Pembalap Malaysia ini justru finish di zona poin alias top 15.

Syahrin yang start dari posisi 15 saat kualifikasi mengakhiri balapan di posisi 14 atau dengan raiahn 2 poin. Sejarah baru ditorehkan pembalap asal negeri Jiran, Malaysia.

Rideralam.com berusaha membandingkan performa dua rookie terbaik di Qatar kemarin, Morbidelli dan Syahrin sejak awal hingga finish. Selanjutnya semoga rideralam.com konsisten dengan perbandingan dua rookie terbaik hingga seri ke-19 di Valencia

Selepas start, Morbidelli yang start dari posisi 14 langsung melesat ke posisi 12 menyalip dua pembalap tim pabrikan, Jorge Lorenzo dan Maverick Vinales. Sedangkan Syahrin justru merosot ke posisi 17 di belakang Scott Redding dn Bradley Smith yang start dari posisi belakang.

Sempat mundur ke posisi 13 di lap kedua, Morbidelli kembali stabil di posisi 12 hingga lap 7. Di periode ini, pace Morbidelli di 1:55-1:56. Bahkan, lap tercepat pembalap bernomor 12 itu dicetak di periode ini yakni di lap kelima dengan 1:55,894.

Syahrin masih tertahan di posisi 17 sampai lap 3  dan baru naik ke posisi 16 di lap 4 yang bertahan hingga lap 13. Di fase ini pace Syahrin konstan di 1:56. Best laptime-nya ada dicetak di lap 10 dengan 1:56,051. Bisa dilihat bahwa Morbidelli memiliki pace lebih kencang dari Syahrin.

Sempat turun lagi ke posisi 13 gara-gara serangan Vinales di lap 8, Morbidelli kembali naik ke posisi 12 di lap 13 dan bertahan hingga finish, walau di lap 20 dan 21 sempat kembali ke posisi 13. Trouble yang dialami Aleix Espargaro di lap 20 dan 21 membawa berkah bagi Morbidelli.

Sedangkan Syahrin sejak lap 13 sudah naik ke posisi 14 alias zona poin. Naiknya Syahrin tidak lepas dari nasib sial yang dialami Lorenzo dan Alex Rins yang sama-sama ndlosor di lap 12. Berkah yang bisa dipertahankan Syahrin hingga finish. Sama dengan Morbi, Syahrin juga diuntungkan dengan masalah yang dialami Aleix Espargaro di lap 21, karena jika tidak maka Syahrin akan finish ke-15. Tetap dapat poin tapi cuma 1.

Apa yang diraih Franco Morbidelli seperti sudah diprediksi pengamat MotoGP, namun Syahrin adalah kejutan. Hadir belakangan sebagai pengganti, namun sukses mengalahkan rookie lain.

Sebagai perbandingan, 3 rookie lain finish masing-masing Thomas Luthi P16; Nakaagami P17 dan Xavier Simeon P21 lias paling buncit.

Kita tunggu saja seri kedua di Termas de Rio Hondo, Argentina 6-8 April mendatang. Siapa rookie terbaik episode II?

Advertisements

1 Trackback / Pingback

  1. Morbidelli dan Bagnaia Lengkapi Kebahagiaan Rossi! | rideralam.com

Comments are closed.