Prestasi Dimas Ekky di CEV Moto2 Sejak Debut 2014, Menjanjikan!

ktm indonesia

Dimas Ekky merupakan pembalap binaan Astra Honda Racing Team (AHRT) yang musim ini ‘ditugaskan’ menaklukkan kejuaraan CEV Moto2 European Championship. Musim 2018 ini menjadi tahun kelima pembalap berusia 25 tahun itu di kejuaraan yang disebut-sebut sebagai nomor dua setelah MotoGP Series. Seperti apa prestasi pemuda asal Depok itu di CEV Moto2?

Debut Dimas di CEV Moto2 terjadi di tahun 2014. Dalam catatan di laman resmi kejuaraan, Dimas hanya mengikuti satu seri yakni di seri perdana di Sirkuit Jerez, Spanyol. Kala itu Dimas finish di posisi 11 dan memperoleh 5 poin. Di klasemen akhir, Dimas berada di peringkat 27 dari 28 pembalap. Dimas tergabung di tim Dimas Abirawa Star Racing Team.

Tahun kedua, Dimas tergabung dalam tim Astra Honda Team Asia. Musim perdana Dimas Ekky tampil full season. Di periode ini prestasi Dimas meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dimas tercetat mampu menghasilkan poin di 5 race dengan total poin 29. Di Klasemen akhir menduduki peringkat ke-13.

Tahun 2016 Dimas kembali tampil di CEV Moto2. Kali ini Ia masuk dalam tim Astra Honda Racing Team (AHRT). Prestasi Dimas terus membaik. Di full season keduanya ini, Dimas tercatat memperoleh poin di 8 race dari 11 race total. Finish terbaiknya adalah ke-5 di Portimao dan Jerez. Di klasemen akhir Dimas menempati posisi 7 dengan 66 poin.

Musim lalu, Dimas meraih prestasi tertinggi sepanjang keikutsertaannya di CEV Moto2 setelah berhasil sekali naik podium di Barcelona (race 1). Dimas juga pernah finish keempat di Jerez. Akhir musim Dimas mengoleksi poin tertingginya 102 poin dan bertengger di peringkat 6 klasemen akhir.

Prestasi Dimas Ekky di CEV Moto2 Sejak 2014:

  • 2014 – 5 poin; posisi 27
  • 2015 – 29 poin; posisi 13
  • 2016 – 66 poin; posisi 7
  • 2017 – 102 poin; posisi 6
  • 2018 – ??

Bisa dibilang sepanjang keikutsertaannya di CEV Moto2, Dimas terus mengalami peningkatan prestasi. Posisi di klasemen tersu membaik, koleksi poin juga semakin meningkat dan semakin konsisten meraih angka. Musim lalu CEV Moto2 melangsungkan 11 kali race, dan Dimas hanya sekali absen meraih poin di race kedua Estoril. Untuk urusan konsistensi meraih poin, Dimas hanya kalah dari sang juara umum CEV Moto2, Eric Granado yang beruntun 11 kali meraup angka.

Musim ini, Dimas telah melakukan start terbaiknya. Di dua race pembuka di Estoril, Portugal, pembalap bernomor 20 itu selalu finish keempat. Alhasil, Dimas saat ini bertengger di posisi 4 klasemen sementara dengan 26 angka. Jika melihat tren Dimas di CEV Moto2, bukan tidak mungkin musim ini akan semakin baik hasil akhirnya.

Pertanyaannya, bisakah Dimas Ekky mengkonversi skill dan pengalamannya di CEV Moto2 selama 4 tahun ini dengan sebuah podium kemenangan dan juara di akhir musim, seperti yang ditargetkannya sejak awal. Bisa lah ya, bismillah!

Sedikit perbandingan, pembalap Malaysia Hafizh Syahrin juga merupakan alumni CEV Moto2. Pembalap yang kini telah ada di kelas MotoGP hanya dua musim mengikuti CEV Moto2 yakni tahun 2012 dan 2013. Prestasinya lumayan, peringkat 6 tahun 2012 dan peringkat 3 setahun kemudian. Jadi, Dimas Ekky bisa menapaki jejak Syahrin menuju MotoGP!

Advertisements