Silly Season MotoGP Bergeser ke Awal Musim, Ini Daftar Gosipnya!

MotoGP musim ini sepertinya masih jauh dari kata sepi pemberitaan khususnya tentang gosip perpindahan tim satelit dan pembalap. Baru juga awal musim, silly season sudah panas. Nah, agar tidak lupa dan sekaligus sebagai arsip wawasan, rideralam.com berusaha merangkum hot gosip silly season di awal musim ini, cekidot.

Tech 3 Cari Pengganti Jonas Folger

Secara mengejutkan, pembalap Monster Tech 3 asal Jerman, Jonas Folger, menyatakan mundur dari MotoGP 2018. Syndrom Gilbert menjadi penyebabnya. MenurutĀ Dr. Hierl dan Dr. Burghardt, syndrom Gilbert iniĀ  adalah gangguan genetik yang menyerang 2-5% dari populasi manusia, di mana liver tak bisa memproses racun yang masuk dengan baik. Penderita akan merasa kelelahan luar biasa.

Alhasil, Herve Poncharal sang big boss harus bergerak cepat mencari pengganti. Beberapa nama dicoba, mulai dari pembalap Superbike Yamaha, Michael van Der Mark hingga eks pembalap MotoGP, Yonny Hernandez. Poncharal belum puas, hingga akhirnya keputusan mengejutkan dibuatnya. Tech 3 merekrut pembalap muda Malaysia yang minim pengalaman di MotoGP, Hafizh Syahrin. Keraguan mulai sirna ketika sang rookie tampil impresif di debut MotoGP di Qatar. Finish ke-14 membawanya meraih 2 poin, sejarah baru bagi dunia balap Malaysia.

Maverick Vinales di Yamaha Hingga 2020

Yamaha nampaknya tidak mau membiarkan aset masa depannya diambil tim lain. Maverick Vinales yang notabene baru bergabung musim lalu, awal musim ini langsung disodori kontrak perpanjangan hingga 2020. Gayung bersambut, Vinales tanpa pikir panjang segera teken kontrak. Yes, Yamaha amankan asetnya hingga 2 tahun ke depan.

Marc Marquez Setia di Honda

Sama halnya dengan Vinales, Marquez juga akhirnya menambah durasi kerjasamanya dengan Honda 2 tahun ke depan. Sodoran kontrak yang disinyalir dengan nominal gaji tertinggi di antara pembalap MotoGP saat ini oleh Honda tidak kuasa ditolak 4 kali juara dunia kelas para raja itu. Tidak ada spekulasi lebih lanjut soal masa depan Marquez setelah sebelumnya dikabarkan didekati KTM.

Tech 3 Berpisah dengan Yamaha

Tidak hanya soal pembalap, silly season musim ini juga menghinggapi tim-tim satelit. Bisa dimaklumi, akhir musim ini rata-rata menjadi akhir kontrak mereka dengan tim indukannya. Tak terkecuali Tech 3. Setelah 20 tahun mesra, Poncharal akhirnya memutuskan Tech 3 harus berpisah dengan Yamaha.

Alasan tidak mendapat motor spek sama dengan pembalap pabrikan dikedepankan oleh pria asal Prancis itu, walau di kemudian hari bos Yamaha, Lin Jarvis membantah pernyataan Poncharal itu. Tapi, keputusan sudah dibuat, tidak akan ada lagi M1 hitam khas Tech 3 mulai musim depan.

Tech 3 Gabung KTM

Tech 3 memang menjadi bintang silly season awal musim ini. Manuver sang bos yang memutuskan hengkang dari Yamaha ditutup dengan meneken kerjasama dengan tim pabrikan lain asal Austria, KTM. Keinginan Poncharal agar timnya mendapat motor spek pabrikan terbaru dipenuhi KTM. Bahkan, tim kaya itu menyediakan 4 motor sama di lintasan mulai 2019 nanti; 2 untuk pembalap utama KTM sendiri dan 2 untuk Tech 3. Puass!!!

Apa yang dikatakan Jarvis bawa Poncharal mendapatkan penawaran fantastis dari tim lain, alih-alih tidak puas dengan perlakuan Yamaha, ternyata ada benarnya setelah drama ini menemukan endingnya.

Dua Tim Satelit Berminat Gantikan Tech 3, Marc VDS Menikung?

Ketika Tech 3 memutuskan hengkang, Yamaha akhirnya belum menentukan menggaet tim mana untuk musim 2019 nanti, kesempatan tersebut dimanfaatkan dua tim satelit Ducati untuk melakukan pedekate. Adalah Angel Nieto Team dan Avintia Racing yang berminat gantikan Tech 3. Bisa dimaklumi, kesempatan bagus ini bagi keduanya yang selama ini di Ducati hanya sebagai tim satelit kelas dua, di belakang Pramac.

Tapi, Yamaha sepertinya belum merespon keinginan keduanya. Bahkan, kabar terbaru menyebutkan Yamaha telah sepakat dengan Marc VDS untuk jalin kerjasama mulai 2019. Belum official memang, tapi indikasinya kuat. Bukan tanpa alasan sebab di Marc VDS ada Franco Morbidelli. Rossi yang selama ini selalu didengar pendapatnya oleh Yamaha nampaknya menginginkan Morbidelli menggeber Yamaha M1. Cocok…

Valentino Rossi Akan Membalap Hingga Usia 41 Tahun!

Salah satu rasa penasaran pecinta MotoGP adalah spekulasi masa depan the legend, Valentino Rossi. Maklum, musim ini menjadi musim terakhir kontraknya bersama Yamaha. Sempat diisukan akan pensiun dan mengelola tim balap VR46 di kelas MotoGP, namun akhirnya the doctor menghadirkan kepuasan bagi para fansboy-nya.

Rossi akhirnya resmi tanda tangan kontrak tambahan dua tahun lagi di tim biru. Itu berarti Rossi akan membalap hingga usia 41 tahun. Spekulasi lain akhirnya turut sirna, termasuk kemungkinan Rossi masuk jajaran manajemen tim balapnya di MotoGP, setidaknya hingga 2020 nanti. Kebetulan, Dorna memang melarang masuknya tim baru ke MotoGP hingga 2021. Klop bukan?

Pramac Ducati Rekrut Murid Rossi tahun Depan!

Tidak mau berlama-lama, tim satelit Ducati, Pramac Racing, telah mengumumkan perekrutan pembalap untuk musim 2019. Dia adalah Francesco ‘Pecco’ Bagnaia, pembalap muda Italia yang kini memperkuat tim Sky VR46 di moto2.

Alasan gerak cepat Pramac ini tidak lepas dari keinginan Yamaha merekrut pembalap yang baru saja menang di Qatar itu. Tidak mau disalip, Pramac putuskan mengikat si ganteng sejak musim ini. So, musim depan akan ada guru dan dua murid dalam satu lintasan. Rossi akan bertarung dengan Morbidelli dan Pecco!

Johann Zarco Di Persimpangan

Pembalap Prancis ini menjadi komoditi panas musim ini. Banyak tim yang berusaha menggaetnya. Tech 3 berusaha mempertahankan Zarco sebagai pembalapnya musim depan seiring kepastian support full dari KTM. Tapi, di sisi lain bos KTM juga tertarik untuk memakai jasanya, anggap saja sebagai pamrih kerjasama KTM dengan Tech 3.

Tapi tidak semudah itu, Zarco makin bingung ketika Yamaha membuka peluang untuk menurunkan motor pabrikan ketiga di lintasan musim depan, sesuatu yang diinginkan Poncharal sebelum memutuskan hengkang. Skenarionya, Yamaha akan menggaet tim satelit baru dan Zarco akan “didudukkan” di sana. Tandemnya tengah diusahakan seorang Franco Morbidelli, murid Valentino Rossi. Selesai? Belum…

Cal Crutchlow Meradang!

Zarco dikabarkan tengah disiapkan sebagai pengganti Dani Pedrosa di tim oranye. Sesuatu yang nampaknya telah disetujui Marquez, calon partnernya. Tentu, ini adalah lonjakan karir luar biasa bagi dua kali juara Moto2 itu jika menjadi kenyataan. Tapi, sebelum itu terjadi, Zarco harus bersiap mendapatkan “perlawanan” dari pembalap Honda lainnya, Cal Crutchlow. Englishman itu tidak terima jika Honda merekrut Zarco, alasannya Ia merasa berjasa mengembangkan RC213V dan paling tahu soal Honda, Zarco tidak!

Kita tunggu saja perkembangan gosip demi gosip di MotoGP musim ini. Silly Season tahun ini tidak lagi hanya di tengah musim, bahkan di awal musim ketika kompetisi dimulai pun sudah santer terdengar. Sebuah paket hiburan menarik bagi pecinta balap motor grand prix, MotoGP!

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*