Ternyata Inilah Penyebab Mario Aji Gagal Finish, Responnya Mengejutkan Dari Bocah 14 Tahun!

ktm indonesia

Idemitsu Asia Talent Cup (ATC) musim 2018 seri kedua dilangsungkan di Sirkuit Chang Internasional, Buriram Thailand akhir pekan lalu. Tentu saja, RA yakin publik pecinta balap tanah air menunggu aksi salah satu pemuda ajaib asal Magetan, Mario Suryo Aji. Race pertama, Mario Aji atau Mario SA tampil spektakuler saat berduel dengan pembalap Jepang hingga garis finish untuk memperebutkan podium puncak. Sayang, sedikit kesalahan di last corner memaksa Mario puas dengan posisi runner up. Race kedua beda cerita. Mario menunjukkan kualitas “Super”!

Pertarungan ketat sejak awal start hingga cucuk-cucukan jelang last corner di last lap, menumbuhkan asa tinggi di race kedua. Publik menunggu apakah Mario bisa ‘meledak’ lagi di race kedua dan pecah telur kemenangan. Posisi start Mario sudah oke, ada di baris depan, menjanjikan potensi duel race 1 tersaji kembali. Namun, semua harapan itu mulai pudar saat sesi warm up.

Tiba-tiba motor Honda-nya mati mesin. Celaka, mati mesin di warm up sama artinya posisi start akan berpindah ke pit lane. Dan memang benar, Mario dengan nomor motor 5 harus start sendirian di pit lane. Tapi, hingga tahap ini Mario masih menyimpan keyakinan untuk menang. Pembalap 14 tahun itu merasa bisa menyodok ke depan untuk bertarung di zona juara. Mario yakin dengan kemampuannya sendiri, yang penting motor ‘sehat!’

Dan bruummm… start sudah dimulai, Mario sudah melaju ketika pembalap lain start normal di lintasan. Lap pertama sepertinya akan berakhir mulus. Tapi, tiba-tiba di layar live streaming tertulis “Mario out”. What happen aya naon?

Dan ternyata walaupun harus start dari pit lane, juga melakukan perbaikan singkat di garasi, namun Mario tak berkutik ketika mesin motor mati lagi saat ia tengah berupaya keras memperbaiki posisi dari belakang. Selesai, balapan telah lebih dulu berakhir bagi Mario!

“Sebetulnya saya masih menyimpan keyakinan bisa finis di depan walaupun start dari pit lane. Namun saat saya berusaha mengejar, mesin motor saya tiba-tiba mati lagi menjelang tikungan terakhir pada lap pertama, membuat saya tidak bisa mengikuti race 2,” beber Mario seperti dikutip dari motorsport.com (26/3/2018).

Kecewa? Pasti, tapi komentar Mario setelah mengalami kendala teknis motor menunjukkan bahwa Indonesia boleh berharap besar pada talenta bocah Magetan itu di masa depan. Ya, komentar bocah berusia 14 tahun yang secara psikologis belum matang perkembangan nalarnya ternyata sangat profesional dan optimis. Kualitas juara dipertontonkan seorang Mario Aji!

“Tentu saya sangat kecewa. Tetapi saya menyadari, inilah balapan, semua hal bisa terjadi. Saya akan mengambil pelajaran dari kejadian ini. Sekarang semangat, serta fokus saya tercurahkan untuk menghadapi putaran berikutnya. Di Sepang, saya akan membuktikan, bahwa saya bisa,” tekad Super Mario.

See, ketika peluang menang terbuka lebar depan mata, tapi kemudian tiba-tiba dalam sekejap sudah tertutup rapat yang sialnya diakibatkan hal di luar dirinya, tentu mampu menahan kekecewaan dan emosi adalah luar biasa. Tidak sedikit di luar sana orang-orang yang bahkan sudah berusia matang justru senang mengumbar kemarahan di jalan raya, di depan publik, padahal Ia seorang publik figur, ya artis, ya pejabat, ya siapapun. Tapi, Mario Aji memberikan contoh bagaimana energi negatif dari sebuah kekecewaan mampu dikalahkannya sedemikian rupa, bahkan terlihat elegan dari komentarnya. Ingat, masih 14 tahun, cak!

Advertisements

3 Comments

Comments are closed.