Tak Disangka, Gaya Balap Ngeselin Ini Rahasia Rossi Bikin Awet Ban M1

ktm indonesia

Cak, sejak musim lalu keluhan yang paling sering keluar dari mulut seorang Valentino Rossi adalah ketahanan ban Michelin di Yamaha M1. Ganas di awal-awal balapan, namun seiring borosnya kompon ban habis, performa Rossi dan M1 langsung drop jelang akhir balapan. Nah, di awal musim ini sebenarnya masalah itu masih menghantui Yamaha, bahkan hingga sesi latihan bebas Qatar akhir pekan lalu. Tapi, ketika race di hari Minggu, tiba-tiba performa M1 stabil sejak awal hingga finish. Apa rahasianya?

Nampaknya, Rossi telah menemukan ‘sesuatu’ yang membuat performa M1 stabil sepanjang 22 lap di Losail. Sesuatu yang seharusnya sih akan dipakai lagi oleh pembalap 39 tahun itu di Argentina pekan depan. Apa itu? Rossi telah menemukan cara membuat ban Michelin awet di M1! Sangat krusial nih…

Dikutip dari maniakmotor.com (30/3/2018), bukan setelah motor atau ban yang diubah oleh Rossi melainkan gaya balapnya. Ya, Rossi mencoba riding style baru yang tidak pernah dilakukannya sejak dulu yakni membuat durasi kemiringan motor dipersingkat! Maksudnya, motor segera ditegakkan begitu lepas dari area menikung. Untuk mengimbangi inersia luncuran motor, hanya badannya yang terus bergelantungan.

Secara logika masuk akal, makin pendek durasi motor ketika masuk tikungan, maka makin sebentar pula motor miring, efeknya permukaan ban kanan-kiri juga akan semakin awet, tidak cepat aus. Ya, kurang lebih mirip gaya pembalap-pembalap road race di tanah air tuh. Saat nikung, motor miringnya gak seberapa, tapi gaya miring ridernya ngeselin dilihatnya hahahaa…. eh ternyata bermanfaat di balapan sekelas MotoGP, setidaknya bagi Rossi dan Yamaha.

Wuih… sampai segitunya ya. Iya dong, bukan tanpa alasan sebab yang boros ban selama ini hanya Yamaha M1, itu berarti ada sesuatu di paket M1 yang harus diubah. Lha wong motor lain aman-aman saja koq. Ternyata, bukan the doctor namanya jika tidak menemukan sumber ‘penyakit’ selama ini, dan ironisnya adalah dirinya sendiri wkwkwkwkwk

‘Penemuan’ hal baru itu tidak lepas dari oepn minded seorang Rossi yang tidak ragu untuk mempelajari gaya balap ‘kekinian’ dibanding keukeuh dengan riding style dirinya selama ini yang, anggap saja, kuno. Lagipula, bila set-up motor mentok, cara mengendara pembalaplah yang menyempurnakan settingan. Wuih… maniakmotor cadas nih quote-nya.

Salah satu indikator berhasilnya Rossi dengan riding style baru dan keawetan ban M1 adalah fastest lap yang dicetaknya. Rossi menciptakan fastest lap di putaran ke-20! Wow… padahal sepanjang musim lalu sepertiga akhir lomba adalah masa struggle Rossi dan M1. Jangankan cetak fastest lap, bikin kecepatan motor stabil saja susah. Drop terus akibat ban yang makin hancur.

Indikator lain adalah dengan menimbang bobot ban. Dari hitung-hitungan simulasi bobot karet ban, di pertengahan lomba bobot ban M1 terkuras sebanyak 0,8 kg (bobot awal ban 6,5 kg). Artinya sepanjang lomba Rossi menghabiskan 1,6 kg kompon ban. Bandingkan dengan yang dihabiskan oleh Petrucci. Danilo Petrucci dengan Ducati GP18-nya baru setengah lomba sudah habis 1,2 kg kompon ban. Ini simulasi tapi ya… dan sumber datanya masih sama dari maniakmotor.

Jadi, jika di Termas de Rio Hondo, Argentina nanti sampeyan lihat gaya balap Rossi ngeselin, mirip pembalap jalanan tanah air, gak usah heran. Itu usaha Rossi ‘ngobatin’ ban. The doctor ogh…

Advertisements

3 Comments

Comments are closed.