Jonathan Rea: “Saya Akan MotoGP, Tapi Sediakan Motor Paket Juara!”

ktm indonesia

Cak, MotoGP menjadi impian teratas para pembalap road race di seluruh dunia. Tapi, ternyata ada satu pembalap yang nampaknya tidak tertarik untuk berkarir di MotoGP, dia adalah Jonathan Rea! Tiga kali juara dunia World Superbike (WSBK) itu tidak ingin pindah ke MotoGP karena tidak yakin bisa mendapatkan apa yang diinginkannya seperti halnya yang diperolehnya di WSBK saat ini. Apa saja sih keinginan Juara tahun 2015, 2016 dan 2017 itu?

Jonathan Rea Kawasaki ZX-10R

Rea tampil superior di WSBK sejak pindah ke Kawasaki tahun 2015. Ia langsung mempersembahkan titel juara dunia saat itu dan diulanginya dua tahun berikutnya, sesuatu yang tidak bisa dilakukannya ketika masih membela Honda. Namun, sebenarnya ketika masih di Honda, Rea mendapat kesempatan membalap di MotoGP. Kala itu Ia menggantikan Casey Stoner sebanyak dua race di tahun 2012.

Akhir tahun ini, kontrak Rea akan berakhir bersama geng ijo. Spekulasi kemudian menyeruak, Rea akan hijrah ke MotoGP! Benarkah?

“Menurut saya, jujur, akan sangat sulit pindah ke sana. Saya tidak merasa ada kemungkinan melompat kepada hal yang terasa mengasyikkan,” tandasnya kepada motorsport.com (1/4/2018).

Nah, ternyata Rea punya alasan kenapa tidak ingin pindah ke MotoGP. Ia ragu ketik pindah ke MotoGP tidak mendapatkan paket juara. Maksudnya, paket motor spek pabrikan yang bisa bertarung di level juara. Nah, jika itu yang diinginkan Rea, untuk saat ini kalau tidak Honda, Ducati atau Yamaha yang bisa menyediakan itu.

“Untuk pergi ke sana dan mengukur diri melawan pembalap terbaik di dunia, saya ingin melakukannya dengan motor terbaik. Tetapi sejujurnya, saya tidak merasa akan mendapatkan kesempatan,” lanjut Rea.

Memang untuk keluar dari zona nyaman butuh motivasi lebih ya. Rea nampaknya termasuk pembalap yang nyaman dengan zona nyamannya saat ini.

“Di Superbike, saya memilikinya bersama Kawasaki. Kami punya motor hebat yang bisa membuat saya menang dan bertarung demi kejuaraan. Saya terlibat dengan pabrikan dalam hal pengembangan, dan dari sudut pandang pemasaran, itu sangat bagus. 13 Balapan semusim juga cocok bagi saya,” tutup Rea.

Dengan kata lain, Rea sebenarnya tidak menutup pintu gabung MotoGP cuma syaratnya Ia harus mendapatkan apa yang diinginkannya itu. Wah repot juga ya, tapi masuk akal juga jika Rea ingin begitu. Selain sudah nyaman di Kawasaki, Ia juga sudah 31 tahun kini. Dan Ia menargetkan usia 33-34 tahun adalah asa pensiun membalap. Pertanyaannya, siapa yang akan menampung Rea di MotoGP?

Honda, sudah memastikan Marquez tetap di skuad mereka. Satu pendampingnya masih abu-abu, apakah Pedrosa lanjut atau merekrut Zarco? Crutchlow-pun sudah ngebet ingin naik status menjadi pembalap pabrikan. Ducati, Dovizioso mendapat garansi tetap di tim merah, Lorenzo yang masih limbung. Walau di berbagai kesempatan petinggi Ducati mengatakan akan mempertahankan dua pembalapnya, tapi melihat performa X-fuera di musim keduanya belum juga nyetel, berat nih. Yamaha, jelas mustahil karena duet Vinales-Rossi sudah fixed hingga 2020.

Satu-satunya jalan buat Rea gabung MotoGP dan dapat status pembalap utama ya ‘paksa’ Kawasaki comeback ke balapan motor prototype itu! Tapi, mustahil sih, setidaknya hingga saat ini.

Advertisements