Terungkap, Ini Cara Lorenzo Akali Ancaman Pangkas Gaji oleh Ducati!

Tahun lalu adalah petualangan baru dalam karir seorang Jorge Lorenzo. Setelah menghabiskan delapan tahun bersama Yamaha, Lorenzo membuat keputusan besar, pindah ke Ducati! Dengan status juara dunia, Ducati dikabarkan harus membayar hingga $12,5 juta guna memuluskan keinginan mendapatkan pembalap level juara. Hasilnya?

Ekspektasi meninggi, tapi di sisi lain pesimisme publik akan kemampuan X-Fuera mengendalikan Desmosedici juga tidak kalah deras. Dan benar saja, Lorenzo tampil di luar ekspektasi. Tidak pernah menang, podium tertinggi hanya ketiga, itupun hanya 3 kali diraihnya sepanjang 18 seri. Kini, Lorenzo pasrah jika gajinya diturunkan!

Jika tahun lalu Lorenzo punya bargaining tinggi di hadapan Ducati, kini situasinya berbalik 180°. Lorenzo mau tidak mau menerima kenyataan bahwa Ducati MotoGP akan memotong gajinya dalam perpanjangan kontrak untuk musim 2019 dan 2020.

Dari laman motorsport.com (29/3/2018) disebutkan bahwa 3 kali juara dunia bersama Yamaha itu tidak masalah jika Ducati memotong gajinya dalam kontrak baru. Pembalap asal Spanyol itu siap mendapat gaji yang lebih kecil di MotoGP 2019 dan 2020. Namun, walau begitu Lorenzo masih punya keyakinan jika hal itu tidak akan dilakukan Ducati jika dirinya bisa menang di musim keduanya ini.

“Jika saya mendapat hasil bagus, nilai saya akan lebih tinggi. Jika tidak, saya akan kehilangan sedikit [uang]. Beruntung saya punya trek rekor bagus dan itu selalu membantu,” ujar Lorenzo.

Ya, syaratnya mudah sebenarnya tapi berat diaplikasikan, Lorenzo harus menang. Ketika masih di Yamaha, menang 4-5 kali dalam semusim bukanlah hal berat bagi Lorenzo. Namun, kini bersama Ducati jangankan menang, sekedar bertarung di zona podium alias top 3 saja sudah amit-amit susahnya. Hingga musim keduanya berjalan satu seri, Lorenzo tidak juga menunjumkan tanda-tanda kebangkitan dengan performa gemilang, justru gagal finish yang didapatnya. Walau alasannya adalah kerusakan teknis motor, tapi hasil akhir tetaplah yang dilihat, Lorenzo gagal finish!

Ducati memang ingin mempertahankan duet Dovi-Lorenzo untuk dua tahun ke depan. Jika Dovi rasanya hanya tinggal teken kontrak, Lorenzo lebih rumit. Tapi, Lorenzo masih punya waktu. Masih ada 18 seri ke depan untuk membuktikan kepantasan dia menerima gaji tinggi, menerima perpanjangan kontrak bersama tim Italia, negara yang begitu membencinya tahun 2015 silam. Jika tidak berhasil, pilihannya dua. Gaji dipangkas habis-habisan atau hengkang dari Ducati.

Pilihan pertama sudah diisyaratkan bisa Lorenzo lakukan. Pilihan kedua rumornya juga makin kencang. Tujuannya adalah Suzuki. Tentu, jika bicara karir ini adalah penurunan. GSX-RR bukanlah motor juara, setidaknya musim lalu membuktikan itu. Tapi, Lorenzo bisa kembali mengasah insting juaranya di tim ini, sesama Jepang dengan Yamaha, GSX-RR cenderung lebih mudah dikendalikan dibanding Desmosedici.

Jadi, akan seperti apa nasib Lorenzo musim depan? Dia sendiri yang bisa men-set up-nya dalam 18 seri ke depan.

Advertisements