Naik Kelas, Murid Rossi Ini Belum Tentu Dapat Motor Ducati Spek 2019!

ktm indonesia

Jika para pembalap Moto2 saat ini masih harus ‘menggoda’ tim MotoGP agar mau merekrut mereka musim depan, tidak halnya dengan Francesco Bagnaia. Pembalap Italia ini sudah dipastikan akan naik kelas mulai musim depan usai dikontrak Ducati. Pembalap yang biasa dipanggil Pecco ini akan memperkuat Pramac Ducati di MotoGP 2019. Lalu, pertanyaannya apakah Pecco akan mendapatkan motor spek pabrikan terbaru?

Pecco menandatangani kontrak langsung dengan Ducati di Februari lalu untuk durasi dua tahun yakni 2019 dan 2020. Anak didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy itu bakal menggantikan Danilo Petrucci, yang mana mengonfirmasi 2018 adalah musim terakhirnya bersama Pramac Racing, serta diyakini mencari status pembalap pabrikan musim depan.

Akan tetapi Team Manager Pramac Racing, Francesco Guidotti menegaskan bahwa Pecco belum tentu akan mendapatkan motor Ducati terbaru seperti halnya yang dialami Petrucci musim ini dengan GP18. Guidotti kemudian menjelaskan bahwa timnya musim ini mendapatkan dua motor Ducati; satu spek pabrikan terbaru dan satu spek tahun sebelumnya. Guidotti juga belum tahu strategi apa yang akan digunakan Ducati Corse muaim depan. Kalaupun sama dengan formula saat ini, maka bagi Guidotti memberikan motor spek terbaru untuk rookie sangat beresiko.

Alasannya adalah Rookie butuh mengendarai motor baru sebanyak mungkin. “Pertama-tama, seorang rookie perlu mengendarai motor sebanyak mungkin untuk menjadi percaya diri. Tidak ditentukan motor pabrikan dimiliki Bagnaia, itu mungkin bahkan tidak membantu baginya,” ungkap Guidotti seperti dikutip dari motorsport.com (4/4/2018).

Selain itu, motor Desemosedici GP ini lebih eksperimental alias masih terus dikembangkan. Sehingga rasanya tidak mungkin jika seorang rookie menjadi ridernya. “Bisa kontraproduktif,” tambahnya.

Heemm… sebenarnya apa yang menjadi alasan Guidotti memang wajar. Pertama, Pramac Ducati jelas bukan tim pabrikan. Pembalap yang baru bergabung tentu harus menyesuaikan diri dengan strategi pabrikan. Kedua, namanya rookie memang harus cepat beradaptasi dengan motor spek MotoGP yang jelas sangat berbeda dengan motor Moto2. Jadi, dengan mendapatkan motor spek tahun sebelumnya juga tidak buruk, toh dibanding motor terbaru perbedaannya tidak akan sebesar Moto2 ke MotoGP.

Ketiga, mendapatkan motor lawas tentu tekanan dan beban bagi rookie tidak akan sebesar jika mendapat motor terbaru. Dengan kata lain, jika impresif maka akan meningkatkan nilai tawar si rookie ke depannya, namun jika tidak terlalu impresif masih ada ‘kambing hitam’ yang bisa ditunjuk, ya motor lawas. Publik akan memakluminya.

Yang penting bisa membalap di kelas para raja dulu-lah. Setelahnya baru bisa memikirkan motor spek terbaru. Toh jika performa yang ditampilkan Pecco misalnya impresif di musim perdananya, maka tim pabrikan tentu akan melirik. Johann Zarco bisa dijadikan role model bagi Pecco.

Advertisements