“Permintaan Maaf Marquez Hanya Pencitraan”

Itu jawaban Valentino Rossi soal upaya Marquez mendatangi garasi Yamaha yang konon katanya hendak meminta maaf. Rossi memang tampak kesal dengan ulah Marquez di trek. Gara-gara kecerobohannya, Ia harus alami crash dan gagal mendapatkan hasil lomba yang bagus. Usai balapan terlihat Marquez dan beberapa orang serta kameramen berjalan menuju garasi Yamaha. Namun akhirnya semua melihat upaya itu gagal bahkan Marquez diusir oleh Uccio Saluci, sahabat Rossi.

Rossi nampak emosional menanggapi insiden di garasi Yamaha itu. Rossi menganggap apayang dilakukan Marquez itu tak lebih dari upaya menjaga citranya di depan khalayak.

“Itu adalah lelucon. Itu adalah PR (Public Relations),” ketus The Doctor. Pertama-tama, dia tidak memiliki keberanian untuk datang ke kantor saya sendiri, tetapi dia selalu datang seperti biasanya bersama manajernya (Emilio Alzamora) dan dengan Honda di depan semua kamera. Karena yang penting baginya adalah ini (pencitraan). Dia tidak peduli dengan Anda,” ungkap Rossi seperti dikutip dari motorsport.com (9/4/2018).

Kemudian Rossi menambahkan bahwa dirinya tidak ingin berbicara dengan Marquez.

“Saya tidak ingin berbicara dengannya. Saya tidak ingin mengatakan dia dekat dengan saya, karena saya tahu bahwa dia tidak benar tentang apa yang dia katakan kepada saya”.

Wah… asli bakalan panjang nih urusan. Tahun 2015 lalu Rossi juga kesal dengan ulah Marquez sehingga puncaknya terjadi di Sepang. Setelah sempat panas, keduanya sepakat “berdamai” musim berikutnya dan makin aman hingga musim lalu. Tapi, api permusuhan keduanya kembali tersulut di Argentina musim ini. Rossi menilai Marquez bukan agresif, melainkan curang.

“Saya juga tidak bersenang-senang ketika dia bersama saya. Dia tidak bermain agresif. Dia bermain kotor,” pungkas Rossi.

Jadi penasaran dengan seri ketiga di Circuit of The Americas dua pekan mendatang, terutama saat press conference jelang latihan bebas pertama. Akankah keduanya bersalaman? Komentar apa yang akan dikeluarkan keduanya? Saling sindirkah atau jangan-jangan pada baikan?

Advertisements

1 Comment

Comments are closed.