Usir Marquez, Jarvis: “Sejujurnya Saya Tidak Tertarik Bicara Dengannya!”

ktm indonesia

Polemik insiden Marquez dan Rossi di Argentina atau lebih dikenal sebagai #TermasClash merujuk pada tempat kejadian yakni di sirkuit Termas de Rio Hondo belum usai, kini bos tim Yamaha yang angkat suara. Lin Jarvis mengomentari kejadian penolakan saat Marquez berusaha meminta maaf ketika mendatangi pit box Yamaha. Jarvis berpendapat memang tidak ada niatan berbicara dengan Honda saat itu!

Insiden penolakan oleh sahabat Rossi, Uccio Saluci, saat Marquez dan manajer Emilio Alzamora di pit box Yamaha menjadi buah bibir para penikmat MotoGP. Spekulasi tentang penolakan tersebut beredar luas, mulai dari muaknya Rossi dan elemen tim lain, hingga memang tak ada niatan damai atau sekadar memaafkan Marquez.

Seperti dikutip dari viva.co.id (10/4/2018) Jarvis menuturkan pihaknya memang sengaja mengusir Marquez, karena masih merasa dipusingkan dengan pencapaian Rossi usai adanya insiden tabrakan. Fokus Jarvis, Rossi, dan tim Yamaha, saat itu adalah mengadukan manuver gila Marquez dan mendiskusikannya.

“Sejujurnya, saya tidak tertarik berbicara dengan Honda atau Marquez hari ini (hari itu). Saya melihat bahwa mereka mencoba masuk ke garasi kami, tetapi ini bukan saat yang tepat untuk melakukannya,” ujar Jarvis kepada gpone.com (8/4/2018).

Jarvis merasa timnya memang harus tegas mengambil sikap terkait insiden tersebut. Ia dan seluruh tim merasa apa yang dilakukan Marquez tidak bisa diterima.

“Apa yang dilakukan Marc tidak dapat diterima, situasi ini harus diselesaikan untuk kebaikan olahraga ini sendiri,” tambah Jarvis.

Kemudian Jarvis kembali menegaskan bahwa sebagai tim apa yang dilakukan Marquez tidak dapat diterima.

“Sebagai tim, kami tidak dapat menerima tindakan seperti ini oleh Marquez yang melakukan manuver berbahaya hingga dua kali, saat dengan Aleix (Espargaro) dan Rossi,” tutup pria kalem ini.

Advertisements