Canangkan Kebangkitan, Tapi Distribusi GSX-S150 Maret 2018 Nol!

ktm indonesia

Suzuki memfaktakan tekad kebangkitan mereka dengan merilis duo GSX, GSX-S150 dan GSX-R150. Penggemar Suzuki di luar sana langsung senang, “ini yang ditunggu… Suzuki akhirnya bikin produk baru yang keren”. Tidak hanya punya performa paling yahud tapi juga banderol paling murah. Semua optimis Suzuki bisa kembali bangkit dengan amunisi tersebut. Tapi, jika melihat Data AISI Maret 2018, kebangkitan itu justru makin jauh panggang dari api.

Bagaimana tidak, duo GSX makin merana nasibnya ketika bertarung memperebutkan hati konsumen. Maret lalu, GSX-R150 hanya terdistribusi 845 unit saja, padahal di awal tahun lalu motor ini sempat mencapai angka 4 ribuan unit, tepatnya bulan Februari 2017 (warungasep.net, 12/11/2017).

Bahkan, sepanjang 3 bulan pertama tahun ini, distribusi GSX berfairing ini terus mengalami penurunan. Dari 2.330 unit di Januari, turun tajam menjadi 848 unit bulan berikutnya dan kini turun lagi walau hanya 3 unit (viva.co.id, 11/4/2018). Oke, ini baru GSX-R, jika melihat saudara ‘kembarnya’ justru lebih miris lagi, GSX-S150.

Si naked bike ini bulan Maret kemarin sama sekali tidak terdistribusi alias nol! Wow… Sebenarnya tidak terlalu mengejutkan juga sebab dibanding saudaranya yang sarungan, GSX-S150 memang lebih sedikit penerimaan oleh konsumen.

Januari lalu, GSX-S150 hanya terdistribusi 44 unit lalu sempat naik ke 63 unit di Februari dan kini 0 (motoblast.org, 11/4/2018). Kenapa bisa begini? Kebangkitan yang dicanangkan, justru penurunan yang didapat.

Mungkin, mungkin lho ya, Suzuki perlu lebih intens lagi menggerojok pasar dengan produk-produk baru. Bersandar hanya pada 1-2 produk saja untuk berdiri tegak akan sangat berat. Rasanya Suzuki sudah bisa belajar bagaimana ketika mereka sangat bergantung pada performa penjualan Satria FU beberapa tahun silam. Sangat mendominasi kontribusi penjualan secara nasional, tiba-tiba harus gigit jari saat rival mengeluarkan produk serupa, sedangkan mereka tidak siap dengan produk alternatif buat tempat “pelarian” para pecinta merk S itu.

Di tempat RA, fansboy Suzuki sangat militan dan loyal banget lho. Tapi loyalitas mereka menjadi bumerang ketika yang mereka idolai tidak menghadirkan produk yang dibutuhkan. Akibatnya, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka akhirnya melirik produk lain yang justru memanjakan pilihan.

Jadi, sudah seharusnya optimisme kebangkitan bukan hanya sebatas slogan tapi dalam bentuk produk-produk baru yang inovatif dan tentu saja tetap di trek Suzuki, murah!

Advertisements