Carlo Pernat Beri Nilai Nol Untuk Race Direction MotoGP Argentina!

Kegilaan di MotoGP Argentina akhir pekan lalu tidak luput dari pantauan seorang Carlo Pernat. Ya iyalah, dia kan pengamat MotoGP hehehe… Anyway, akhirnya Pernat juga ikut berkomentar tentang kejadian-kejadian di Termas de Rio Hondo itu, salah satunya tentang Marquez yang seharusnya didiskualifikasi. Tapi, bukan hanya itu, Pernat justru lebih menyoroti peran race direction.

Opini soal didiskualifikasinya Marquez merupakan puncak dari kekesalan Pernat soal ketidakprofesionalan penyelenggara MotoGP Argentina. Race Direction yang lebih disorot oleh Pernat disebutnya tidak mampu menghasilkan keputusan yang baik. Bahkan, Pernat memberinya nilai 0! Parah dong!?

Berikut statemen eks manajer Max Biaggi dan Marco Simoncelli dan kini bekerjasama dengan Iannone itu seperti dikutip dari gpone.com (9/4/2018) terkait kinerja race director:

Membiarkan Marc Marquez Tetap Start dari Grid

Sesaat sebelum race dimulai, motor RC213V Marquez mengalami stall alias mati mesin namun bisa kembali hidup dengan didorong dan kembali ke starting grid dengan melawan arah. Race director sempat meminta Marquez start dari pitlane tapi diacuhkan oleh Marquez.

Pernat menilai hal tersebut memalukan sebab diaturan sudah jelas jika mesin mati sebelum start, pembalap harus mendorong motor ke pit dan start dari sana

Race Direction Menjadi Budak Valentino Rossi dan Marc Marquez

Pernat menganggap Race Direction menjadi budak dua pembalap, terutama Marquez. Oleh karenanya, Pernat meminta seharusnya jajaran race direction dirombak dan diisi oleh orang-orang yang mau melakukan tugasnya dengan biak.

Pernat bersikukuh bahwa seharusnya Marquez didiskualifikasi karena apa yang dilakukannya telah sangat parah.

Marc Marquez Seharusnya Didiskualifikasi

Menurut Pernat, perbuatan Marquez terhadap Aleix Espargaro dan Valentino Rossi sangat tidak pantas dilakukan.  Hal tersebut membuat pembalap lain takut untuk bersaing dengan Marquez saat balapan karena takut ditabrak.

“Dorna harus mendiskualifikasi dia untuk satu balapan dan jika itu tidak akan membayangi seluruh kejuaraan”, ujar Pernat.

Membiarkan Jack Miller Sendirian di Grid

Sebuah kesalahan membiarkan Jack Miller sendirian menunggu lama di grid. Padahal seharusnya race direction bisa menunda balapan setidaknya selama 5 menit untuk memberikan waktu pembalap berganti motor.

Aneh saat mereka meninggalkan Miller sendirian di grid, ketika yang perlu mereka lakukan hanyalah menunda waktu mulai lima menit”, ujar Pernat.

Tidak Melakukan Investigasi Insiden Zarco dan Pedrosa

Insiden jatuhnya Pedrosa pasca dilibas secara agresif oleh Zarco juga tidak luput dari komentar Pernat. Pernat menyebut seharusnya Dorna membuka investigasi insiden ini.

“Kami melihat Johann melakukan banyak kesalahan saat melewati Dani. Race Direction bahkan tidak menyelidikinya”, kesal Pernat.

 

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*