Kevin Schwantz: “Marquez Harus Dihukum Hingga Akhir Musim!”

ktm indonesia

Kali ini giliran legenda MotoGP lainnya, Kevin Schwantz, angkat suara tentang insiden di Argentina. Legenda asal Amerika Serikat itu menyoroti agresivitas Marc Marquez kala membalap di Termas de Rio Hondo. Juga soal potensi bahaya yang akan muncul kembali di sisa musim.

Agresivitas Marquez saat race di Argentina menuai kritik keras dari mantan juara dunia MotoGP itu. Agresivitas yang menyebabkan senggolan terhadap Aleix Espargaro dan puncaknya terhadap Valentino Rossi sehingga dua penalti harus diberikan kepada sang juara dunia bertahan.

Menurut Schwantz gaya riding Marquez yang serampangan begitu bisa saja akan mengancam sisa musim ini. Dalam pandangan Schwantz, Marquez seharusnya tidak saja mendapat sanksi penalti tapi juga peringatan jika kembali melakukan hal sejenis, diskualifikasi adalah hukuman paling pantas.

“Dia telah dihukum atas apa yang dia lakukan. Tapi saya kira, dia seharusnya dalam masa percobaan sampai akhir musim,” tukas Schwantz kepada motorsport.com (13/4/2018).

“Dia perlu diberi tahu, bahwa jika dengan alasan apa pun, jika dia melakukan kontak terhadap orang lain dengan caranya sendiri, maka dia akan dihukum.”

Jadi, tindakan pencegahan memang diperlukan di sini agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, perlu diingat ini baru seri kedua dari 19 seri musim ini. Apalagi respon Marquez seolah-olah tidak ada yang salah dengan riding stylenya selama ini. Ia mengaku akan tetap seperti Marquez sebelum-sebelumnya. Tentu ini sebuah warning bagi Dorna untuk mencegah Marquez ‘berulah’ lagi.

Lebih dari itu, Schwantz juga mengidentifikasi sumber masalah kekacauan Marquez di Argentina. Schwantz menyebut semua berawal ketika Marquez harus membuat comeback setelah dipenalti usai motornya mogok di grid. Schwantz pun menilai, pembalap Spanyol itu seharusnya telah didiskualifikasi lantaran mengabaikan instruksi untuk start dari pit lane.

“Seharusnya begitu, ‘(Motor) Anda mogok, saya mengatakan kepada Anda untuk memulai dari pit lane. Tetapi Anda tidak melakukan apa yang diperintahkan, maka Anda keluar.’ Dan itu akan menghentikan semua kebodohan yang dia lakukan.”

Ya, Schwantz memang seperti menemukan ada yang salah dengan jalannya race di Argentina sehingga kekacauan-kekacauan yang timbul akibat keputusan yang salah atau tidak tegas dari panitia lomba. Opini pribadi RA seperti ditulis di artikel ini kurang lebih sama dengan yang dikatakan Duta Suzuki.

Kesalahan awal dibiarkan, kesalahan selanjutnya tinggal menunggu waktu bermunculan. Benar kata pak polisi, kecelakaan berawal dari pelanggaran lalu lintas. Marquez telah melanggar lalu lintas balapan!

Advertisements

1 Comment

Comments are closed.