Jangan Ke Eropa, Berat… Nex II ke ASEAN saja!

Suzuki baru saja merilis skutik entry level Nex II dengan banyak ubahan sana-sini dibanding versi lawas pada ajang International Motor Show (IIMS) 2018, Senin (23/4/2018). Ternyata, Nex II tidak hanya disiapkan untuk pasar domestik, tapi juga siap diekspor. Pasar ASEAN lebih diincar dibanding Eropa yang khusus Nex II ini sangat berat menembus pasar sana.

Suzuki Address cocok untuk pasar Eropa

Alasannya bukan soal kualitas Nex II, karena kalau bicara kualitas Suzuki sudah mampu menembus pasar Eropa koq, Address menjadi buktinya. Beratnya Nex II menembus Eropa lebih karena selera pasar di sana. Jika Address punya bodi bongsor, Nex II sebaliknya lebih mungil dan imut. Inilah hambatannya.

“Kalau kami kirim ke Eropa terlalu kecil (bodinya), tapi kalau ke Asia Tenggara masih memungkinkan. Semua Asia Tenggara oke lah tapi masih dalam tahap pembicaraan,” ucap Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Departement Head PT SIS 2W seperti dikutip dari kompas.com (24/4/2018).

Ketika disinggung kapan Nex II akan mulai diekspor, Yohan masih belum memberikan jawaban pasti. “Kami masih dalam pembicaraan, nanti lihat saja. Karena memang ekspor itu menyesuaikan dengan kondisi negaranya, khususnya di Asia Tenggara,” ujar Yohan.

Bodi imutnya tak cocok untuk ke Eropa, ASEAN saja deh

Ya, pasar ekspor memang tidak boleh dilupakan. Ekspor, selain untuk menambah pundi-pundi pemasukan bagi keuangan pabrikan, juga sekaligus menaikkan imej motor di dalam negeri. Karena selama ini, konsumen tanah air beranggapan jika sebuah produk motor sudah tembus ekspor maka kualitasnya pasti jempolan.

Tapi, Suzuki juga perlu tahu bahwa mau ekspor kemanapun, pasar domestik Indonesia tetaplah market yang sangat besar. Suzuki harus sangat serius menggarap pasar ini. Karena terbukti, produk bagus saja tidak cukup untuk menarik perhatian konsumen di sini, tapi gimmick-gimmick marketing juga dibutuhkan. Honda dan Yamaha sudah membuktikannya.

Advertisements