Pedrosa: “Race Direction Salah, Sebab Saya Bukan Rossi atau Marquez!”

Memasuki tikungan 6 Sirkuit Jerez-Angel Nieto, pada putaran ke-18 dari 25 yang direncanakan, Andrea Dovizioso masuk dari sisi dalam Jorge Lorenzo, sang teammate. Aksi Dovi ini memaksa keduanya melebar.

Kondisi ini membuka peluang Dani Pedrosa untuk nyalip dari sisi dalam. Namun, sayang usaha Lorenzo yang berusaha kembali ke racing line-nya membuat rider #26 menyenggolnya. Pedrosa terbang ke udara dengan motor RC213V nya tetap di tengah lintasan. Senggolan memaksa Lorenzo kehilangan kendali motornya dan menghantam Desmosedici GP18 Dovi. Alhasil, ketiganya terjatuh dan kompak gagal melanjutkan balapan.

Usai balapan yang akhirnya dimenangkan Marc Marquez itu, race direction melakukan investigasi dan memutuskan insiden Lorenzo-Dovi-Pedrosa murni kecelakaan dalam balapan alias kejadian normal. Sontak, hal ini membuat Pedrosa yang biasanya kalem menanggapi berbagai insiden sedikit meninggi emosinya.

Pedrosa menyebut race direction salah membuat keputusan. Pedrosa mengacu pada insiden yang melibatkan dirinya di Argentina dengan Johann Zarco yang juga divonis insiden biasa sehingga tidak ada sanksi bagi Zarco. Padahal, beberapa saat pasca insiden tersebut, race direction memutuskan Marquez bersalah atas tubrukannya dengan Rossi.

Dua insiden besar beruntun yang dialaminya membuat Pedrosa mempertanyakan dasar keputusan race direction.

“Ini sama seperti di Argentina, di mana insiden Marc [Marquez] dan Valentino [Rossi] dianggap bukan insiden biasa, sementara saya dan Zarco dianggap demikian. Saya mengalami highside, Zarco melakukan kesalahan dan melebar, saya memberinya ruang, dan berakhir di rumah sakit,” ujar Pedrosa seperti dikutip dari motorsport.com (7/5/2018).

Pedrosa kemudian berusaha menjelaskan kepada race direction apa yang terjadi di lintasan.

“Dan kali ini, Lorenzo mungkin tidak melihat saya, tidak mengira saya di sana atau apapun itu. Tapi ia tidak coba menghindar, kami bertabrakan, saya kembali mengalami highside, dan kembali dianggap sebagai insiden balapan”.

Pedrosa menganggap dirinya berada di jalur yang benar. Sementara itu, Dovi membuat Lorenzo melebar dan imbas dari itu yang akhirnya ‘memaksa’ dirinya menyenggol Lorenzo dan terjadilah insiden. Pembalap yang bergabung dengan Repsol Honda sejak 2006 silam itu curiga race direction menganggap insiden biasa karena yang terlibat kecelakaan adalah tiga pembalap yang selama ini dikenal bersih.

Walau tidak menyalahkan, tapi Pedrosa terlihat menyesalkan aksi Lorenzo yang disebutnya kurang hati-hati.

“Jika Anda ingin kembali ke sisi dalam, Anda harus berhati-hati, karena saya [pembalap yang berada di sisi dalam] memiliki preferensi”.

Dan pada akhirnya, Pedrosa ingin race direction menganggap insiden tersebut dijelaskan sebagai insiden yang bisa dihindari, bukan sebagai insiden normal dalam balapan. Yang mana jika keputusan itu tidak diubah, maka Pedrosa kuatir pembalap lain akan melakukan hal serupa di kemudian hari.

Hemm… MotoGP makin seru ini. Walau terlihat Marquez sangat mendominasi, dan nampaknya gelar juara dunia masih akan dipegangnya untuk tahun ini, tapi insiden demi insiden di tiap seri membuat MotoGP sangat layak untuk ditunggu, setiap serinya. Insiden apa lagi selanjutnya?

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*