Ketika Crutchlow dan Rossi Curhat Pasca Balapan Jerez, Kasihan….

Hasil berbeda namun dengan nada sama, kecewa, dirasakan oleh dua pembalap senior, Cal Crutchlow dan Valentino Rossi, usai berlaga di Jerez. Crutchlow menuai hasil buruk dimana Ia terjatuh sedangkan Rossi hanya finish kelima, itupun gegara insiden duo Ducati dan Pedrosa. Usai race keduanya curhat.

Crutchlow menyebut kemenangan Marquez tidak akan mudah seperti balapan kemarin jika Ia menggunakan motor miliknya. Ya, Crutchlow merasa walau Ia didukung HRC dengan spek motor RC213V yang sama dengan yang digunakan Marquez dan Pedrosa, namun di Jerez Ia merasa motornya tidak sebaik milik duo Repsol.

Tim pabrikan Honda memperkenalkan swingarm baru berbahan karbon pada awal 2018, Marquez dan Pedrosa menggunakannya di Jerez. Namun, Crutchlow tidak mendapatkan komponen baru.

Meski mampu mengimbangi kecepatan duo Repsol Honda pada dua hari awal, kondisi trek yang memiliki grip rendah saat balapan membuat Crutchlow keteteran. Ia harus menekan untuk mengimbangi Marquez yang terlihat santai, menjadi pemicu dari kecelakaan yang dialaminya.

Tapi, walau tidak mendapatkan perlakuan yang sama terkait komponen baru tersebut, Crutchlow tidak protes. Ia sadar diri bahwa walau mendapat support dari HRC tapi nyatanya Ia tetap pembalap tim satelit, bukan pembalap Repsol Honda.

“Saya jelas harus sangat berhati-hati, karena saya disokong dengan sangat baik oleh Honda,” tuturnya. “Saya senang dengan paket saya, saya senang dengan dukungan yang saya dapatkan,” tutup Crutchlow seperti dikutip dari motorsport.com (8/5/2018).

Jika Crutchlow menerima apa yang diterimanya saat ini, beda halnya dengan Valentino Rossi. Ikon Yamaha dalam 14 tahun terakhir itu justru mengeluarkan ultimatum kepada tim biru untuk segera berbenah. Ia menuntut Yamaha segera menemukan solusi atas masalah YZR-M1 yang mlempem. Waduh, ke-dokteran-an the doctor sudah berkurang?

Rossi hanya bisa start dari posisi 10, pun demikian dengan M1 satunya, Vinales yang di posisi 11. Beruntung, insiden tubrukan Pedrosa-Lorenzo-Dovizioso mampu membawanya finish kelima. Namun, jika melihat betapa struggle-nya Rossi untuk sekedar bertarung dengan duo Pramac yang notabene menggunakan Desmosedici lawas (kecuali Petrucci dengan GP18) plus kesulitan menyalip Andrea Iannone, Yamaha memang punya masalah sangat serius. Bukan tidak mungkin musim ini mereka akan mengakhirinya dengan nir kemenangan.

“Kami tiba di posisi kelima setelah kecepatan positif sepanjang akhir pekan, dan pada akhirnya saya merasa cukup senang saat ini,” keluh Rossi. Tapi ini bukan berita bagus untuk bahagia setelah balapan seperti ini, dengan situasi teknis kami seperti ini. Memang benar tergantung trek, karena di beberapa sirkuit kami lebih kesulitan, pada tempat lainnya kami tak terlalu kesulitan”.

Empat seri telah berlalu, Honda telah 3 kali meraih kemenangan, Ducati sekali. Yamaha yang musim lalu di 4 seri awal memenangi 2 balapan, kini tengah terancam tanpa kemenangan sepanjang musim. Musuh Rossi dan Vinales kini bukanlah Marquez atau Dovizioso tapi ‘hanyalah’ Iannone, Rins, Petrucci, Pedrosa dan pembalap ‘lapis dua’.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*