WSSP300: Limiter Ninja 400 dan RC390R Terus Dipangkas, Begini Kalau Spek Motor Gak Sama Dalam Satu Lintasan!

Yamaha YZF-R3 mulai bisa mengimbangi KTM RC390R dan Kawasaki Ninja 400 di ajang World Supersport 300 musim ini. Di Imola, seri ketiga dari delapan seri yang direncanakan, R3 berhasil menembus barisan depan, bahkan bisa meraih podium ketiga di belakang 2 Ninja. Apakah ini berarti perubahan regulasi pembatasan limiter oleh Dorna berhasil membuat balapan lebih berimbang?

WSSP300 musim ini kedatangan dua motor baru yakni Ninja 400 dan RC390. Melihat kapasitas mesinnya saja kita akan mengernyitkan dahi, koq bisa lebih dari 300 cc seperti nama balapannya, WSSP300. Namun, Dorna tidak tinggal diam. Segala yang berhubungan dengan urusan teknis didesain sedemikian rupa agar Ninja 400 dan RC390 tidak bisa memanfaatkan keunggulan kapasitas mesinnya itu di arena balap. Regulasi disusun, intinya agar Yamaha R3 bisa mengimbangi.

Satu bagian yang diatur Dorna adalah pembatasan limiter raungan mesin. Di Aragon sebagai seri pembuka, Dorna membatasi limiter rpm Ninja 400 dan RC390 di bawah R3 dan CBR500R. Simak grafis di bawah ini:

7leopold7.com

Angka-angka limiter tersebut menurut Dorna sudah adil hal ini didasarkan pada tes pramusim dimana R3 dan CBR500R masih bisa mengimbangi dua rival anyarnya itu. Tapi, dalam balapan hasilnya di luar prediksi. Ninja 400 dan RC390 sangat mendominasi meninggalkan R3 dan CBR500R jauh di belakang.

Bisa dilihat di hasil race Aragon April lalu, hanya ada dua R3 yang menembus top 15. Ninja 400 menguasai hasil dengan menempatkan 9 motor dan 4 motor lainnya RC390. Bahkan, RC390 sebagai motor debutan langsung mencetak juara melalui K. Meuffels.

Bandingkan dengan Hasil Aragon 2017 Berikut:

Yamaha R3 berhasil menempatkan 8 pembalapnya di top 15. Kawasaki masih dengan Ninja 300 tapi sudah berhasil menang.

Akhirnya, Dorna merevisi batasan limiter dan bobot Ninja 400 dan RC390 untuk seri kedua di Assen, Belanda. Limiter Ninja dan KTM kembali dibatasi. Simak grafis berikut:

Limiter Ninja 400 dikurangi hingga 9,6% dan RC390 mencapai 5%. Sementara itu, limiter R3 dinaikkan 1,9% dan CBR500R bahkan sampai 17,9%. Tentu, tujuannya mengebiri keunggulang power dan torsi Ninja serta KTM dan sekaligus meningkatkan daya saing R3 dan CBR500R. Hasilnya?

Lumayan, ada 5 motor R3 masuk zona poin. Namun, RC390 dan Ninja 400 masih saja dominan. Podium diisi dua KTM dan satu Ninja. Bahkan, posisi 3-7 semuanya disabet rider-rider Ninja 400. Walau bisa meningkatkan kuantitas motor R3 di top 15, nyatanya posisi finish tertinggi R3 hanya peringkat 9! Masih belum imbang.

Oleh karena itu, untuk kedua kalinya Dorna kembali merevisi regulasi. Limiter Ninja dan KTM kembali disunat sebanyak 8% untuk seri ketiga di Imola.

 

Ternyata, hasil revisi limiter untuk kedua kalinya ini di Imola mulai menampakkan hasil. Ninja 400 tidak lagi terlalu mendominasi. Bahkan, RC390 paling terasa dampaknya. Hasil balapan di sirkuit sepanjang nyaris 5 km itu memang membawa Ninja 400 menang untuk pertama kalinya musim ini dan juga finish kedua, namun R3 mulai bisa berbuat banyak, termasuk yang dialami Galang Hendra yang akhirnya bisa finish kelima.

Bisa kita lihat, walau Ninja 400 masih sulit ditaklukkan, KTM RC390 mulai kedodoran, terlepas dari insiden banyaknya pembalap unggulan yang mengalami crash di awal-awal lomba.

Dan nampaknya, batasan limiter di Imola akan terus diberlakukan sepanjang musim ini. Ninja 400 masih punya kecepatan mengagumkan, RC390 masih bisa bersaing dan R3 sudah bisa mengimbangi walau CBR500R tetap belum mampu berbicara banyak namun hal tersebut lebih karena faktor keseriusan Honda menggarap kelas balapan ini.

 

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*