Ruwetnya Masa Depan Jorge Lorenzo, Bisa Berstatus Pembalap Tim Satelit Nih!

Ruwet cak, pindah ke Ducati dengan harapan bisa meneruskan kejayaan, yang didapat justru kemunduran. Sialnya, pembalap tim satelitnya justru lebih menjanjikan untuk menggantikan posisinya. Makin ruwet ketika tim lain (Suzuki) yang menginginkannya ternyata berpaling ke pembalap lain yang lebih muda (Joan Mir). Bisa jadi, Lorenzo balik ke Yamaha. Tapi, keruwetan belum berakhir kendati Ia balik kucing.

Lorenzo di awal musim 2017 bergabung ke Ducati setelah menjalani hubungan kurang harmonis dengan anak emas Yamaha, Valentino Rossi. Gaji selangit plus status sebagai juara dunia 3 kali membubungkan optimisme bakal menularkannya ke tim baru. Musim pertama belum bersinar, semua mafhum, masa adaptasi. namun, ‘sialnya’ sang partner justru melambung. Pembalap yang sebelumnya begitu kesulitan menang satu seri saja, eh saat berpartner dengan Lorenzo justru memperebutkan titel juara dunia degan 6 kemenangna. Lorenzo sendiri? Finish ketiga menjadi raihan terbaik.

Musim kedua, semua mulai berharap Lorenzo bisa menemukan ritmenya di Ducati. Adaptasi seharusnya sudah bukan alasan lagi. Namun, nyatanya jauh panggang dari api. Penampilan Lorenzo justru tidak berkembang, cenderung menurun. Jika di musim 2017 lalu hingga seri kelima Ia telah meraih 38 angka dan menempati posisi 8 klasemen, periode yang sama musim ini justru Ia baru mengoleksi 16 angka dan terdampar di posisi 14! Parah…

Makin parah ketika dua pembalap tim satelit Ducati, Danilo Petrucci dan Jack Miller, justru makin moncer. Petrucci kini menghuni posisi 5 (54 poin) dan Miller tepat di bawahnya dengan 49 angka. Jelas, posisi Lorenzo terancam! Gaji mahal, penampilan bosok, kalah dari pembalap satelit, rekan setim sudah diperpanjang kontraknya, alasan apalagi yang membuat Lorenzo aman di Ducati?

Seharusnya pembalap sekaliber Lorenzo akan banyak peminatnya. Suzuki salah satunya. Posisi Andrea Iannone yang tidak aman menjadi pintu masuk Lorenzo bergabung dengan pabrikan Hamamatsu itu. Rumor pun berembus ke sana. Lorenzo diminati Suzuki. Tapi, dinamika perpindahan pembalap MotoGP begitu dinamis. Tidak lama setelah rumor tersebut, muncul isu lain bahwa Suzuki kini lebih mengincar Juara Dunia Moto3 2017, Joan Mir, yang sebelumnya begitu dekat dengan pintu masuk Honda. Nah lho, mau kemana Lorenzo?

Sebenarnya kursi Honda masih kosong 1, baru Marquez yang mereka perpanjang kontraknya. Lorenzo bisa saja berlabuh ke sana. Tapi, Honda tentu saja lebih memprioritaskan seorang Dani Pedrosa, si anak emas. Lha wong, pembalap berpotensi sekelas Joan Mir saja diabaikan demi Pedrosa, mosok mau merekrut Lorenzo yang bisa mengancam eksistensi Marquez, si ujung tombak utama.

Akhirnya, salah satu alternatif terbaik Lorenzo adalah kembali ke Yamaha. Motor yang memberinya gelar juara dunia hingga 3 kali itu. Tapi, masalahnya tim utama mereka, Movistar Yamaha, sudah paten dengan formasi Rossi dan Vinales hingga 2020. Lalu, kemana Lorenzo akan berlabuh?

Dorna begitu concern dengan nasib Lorenzo ini. Mantan juara dunia dengan masa keemasan masih ada, sayang kalau terlempar dari kompetisi sekelas MotoGP. Maka, solusinya adalah Lorenzo menjadi pembalap tim satelit Yamaha! Jegeerr… separah itukah nasib x-fuera?

Selesai masalah? Tidak, disini keruwetan muncul lagi. Hingga kini, Yamaha belum punya tim satelit! Selepas kepergian Tech 3 ke KTM, Yamaha belum menentukan tim satelit mereka musim depan. Lalu Lorenzo mau membalap untuk siapa dong?

Sebenarnya Yamaha dikaitkan dengan tim Marc VDS yang nampaknya sudah jengah bersama Honda. Kasak-kusuk yang berkembang menyebutkan peluang Marc VDS ke Yamaha sangat besar. Tapi itu dulu, sebelum masalah internal tim asal Belgia itu muncul. Ya, konflik internal antara pemilik tim Marc VDS dan Team Manager, Michael Bartholemy, menjadi penghalang terbesar bergabungnya Marc VDS ke Yamaha. Bahkan, konflik tersebut hingga ke tahap pemecatan Bartholemy oleh Marc van der Straten, sang owner.

Hadeuh… bagaimana dong nasib Lorenzo musim depan? Au ah…

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.