3 Faktor Penyebab Anjloknya Penjualan CBR250RR Hingga 72% Di Awal Tahun 2018

Honda CBR250RR tengah lesu darah nih, cak. Distribusi dalam 4 bulan pertama tahun ini menurun drastis dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka penurunannya lumayan curam yakni 72%. Penurunan tersebut diamini oleh AHM selaku produsen motorsport 2 silinder tersebut. Beberapa penyebab penurunan itu telah diidentifikasi oleh AHM. Apa saja?

Dikutip dari detik.com (28/5/2018), angka distribusi CBR250RR periode Januari-April 2018 hanya 1.121 unit jauh menurun dari 4.141 unit pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan sebesar 72% itu disinyalir disebabkan oleh dua hal yakni kondisi ekonomi bangsa dan kompetisi dengan produk lain.

Direktur Pemasaran PT AHM Thomas Wijaya kepada wartawan di Jakarta menyebut kondisi ekonomi negeri yang ternyata tidak lebih baik dalam 5 tahun terakhir menjadi salah satu penyebab. Acuannya adalah Gross Domestic Product (GDP) yang ternyata belum mencapai angka psikologis 3.500.

“Kita lihat GDP (Gross Domestic Product), pendapatan kita belum loncat ke 3,500. Biasanya, kelas-kelas premium itu akan terangsang saat GDP kita sampai di 4,000,” ujar Thomas.

Selain itu, Thomas juga menyebut skutik premium menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penerimaan CBR250RR. Konsumen domestik memang tengah dimanja dengan kehadiran sejumlah produk skutik premium sebut saja NMax 155, XMax 250 atau bahkan PCX 150 yang suka tidak suka menggembosi penjualan sport fairing 250.

“Kita juga lihat ada kemungkinan juga konsumen saat ini memiliki pilihan-pilihan baru di matik premium,” lanjutnya.

Faktor berikutnya adalah kehadiran produk baru atau refreshment dari kompetitor yakni New Ninja 250. Ya, kehadiran New Ninja 250 membuat konsumen mempertimbangkan kembali sang raja sport fairing 250 itu. Terbukti, di 3 bulan pertama sejak diluncurkan, New Ninja mampu melesat, walau kemudian anjlok sejadi-jadinya di bulan keempat.

“CBR 250 masih baik walaupun sedikit terganggu dengan kompetitor yang punya model baru. Namun kita tetap terus tancap gas dan optimis,” tutup Thomas.

Sebenarnya penurunan CBR250RR di 2018 ini juga dialami rivalnya. Yamaha R25 misalnya yang sudah stuck di angka 100-200 unit per-bulannya. Kenaikan New Ninja 250 di awal tahun ini tidak lebih dari penyesuaian distribusi motor baru untuk mengisi kekosongan di dealer-dealer.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.