World SSP300: Strategi Cerdas Ali Adrian Berbuah Poin di Donington Park

Cak, bicara World Supersport (WSSP) 300 musim ini biasanya identik dengan Galang Hendra, tapi pembalap Indonesia yang satu ini juga tidak boleh dikesampingkan kiprahnya di ajang balap kelas tiga di bawah World Superbike itu, Ali Adrian Rusmiputro. WSSP 300 seri keempat di Donington Park akhir pekan lalu menjadi balapan kedua musim ini dimana pembalap di bawah asuhan manajemen Mahkota Rusmindo International itu meraih poin. Apa yang dilakukan Ali Adrian hingga bisa finish top 15 di Donington Park?

Ali Adrian gagal menembus superpole 2 dan harus start dari posisi 24 dari 40 pembalap. Namun, strategi yang tepat sejak start hingga garis finish membuat pembalap yang menunggangi Yamaha R3 itu finish posisi 13 alias mendapat 3 poin. Tambahan 3 poin membawanya kini mengoleksi 6 poin dan berada di peringkat 20 klasemen.

Start dari posisi 24 ternyata tidak membuat pembalap Yamaha MS Racing itu berkecil hati. Start yang baik membawanya naik ke posisi 20. Penampilan Ali Adrian begitu mengesankan. Perlahan tapi pasti, pada lap-lap berikutnya penampilan Ali Adrian terus membaik.

“Saya melakukan start yang baik dan berada di posisi yang baik untuk fight dengan grup depan,” ucap Ali Adrian seperti dikutip dari sportku.com (29/5/2018).

Namun, untuk menembus grup depan Ali Adrian mengaku cukup kesulitan. Laptimenya tidak optimal meski Ia terus memaksakan masuk grup depan. Akhirnya, Ia mengubah strategi. Sisa separuh lomba dimanfaatkannya untuk mencari ‘tebengan’. Ya, Ali Adrian nebeng di belakang pembalap Kawasaki yang memang punya motor sangat superior musim ini. Ia mencuri angin alias melakukan slipstream. Dan sukses, laptime yang dicatatnya ternyata lebih baik jika mengekor di belakang pembalap Kawasaki.

“Laptime saya ketika di belakang Kawasaki leih kencang ketimbang kalau saya paksakan di grup depan. Saya biarkan Kawasaki itu di depan untuk menarik saya menempel dengan grup depan. Dan berhasil. Di 2 lap sisa akhirnya saya fight untuk menyodok ke depan grup. Alhamdulillah saya berhasil finish di depan grup dan berada di posisi 13,” cerita Ali Adrian.

Wow… inilah yang disebut pembalap cerdas. Merasa sulit menembus barisan depan, Ia kemudian memanfaatkan kelebihan para rival untuk ‘membawanya’ ke depan untuk kemudian menyerang di akhir-akhir lomba. Strategi brilian yang mungkin bisa dicontek Imanuel Pratna yang hingga kini belum pecah telur alias masih 0 poin.

Bukan tidak mungkin, seorang Galang Hendra yang di Donington Park kemarin finish ke-9 bisa meniru apa yang dilakukan Ali Adrian, siapa tahu bisa menembus top 5 misalnya. Tapi, ini hanya ide dari penulis yang tidak punya pengalaman sama sekali di dunia balap, yang jelas apapun strateginya, pembalap yang bersangkutanlah yang paling paham kondisi di lapangan.

Salut!

sportku.com

 

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.