Ketika Semua Datang Terlambat Bagi Lorenzo

ktm indonesia

Salah satu pertanyaan yang muncul setelah race Mugello adalah apakah Lorenzo akan dipertahankan Ducati atau tidak ada perubahan tentang masa depannya alias masih abu-abu? Pertanyaan yang wajar muncul sebab selama ini Ducati memang terlihat kesal dengan performa pembalap mahalnya itu. Bayangkan, sebelum Mugello poin Lorenzo hanya 16 di klasemen. Namun, tiba-tiba semua menjadi berubah ketika Ia mendominasi balapan di tanah Italia untuk memberikan kemenangan pertamanya bersama tim merah.

Performa Lorenzo sejak bergabung dengan Ducati tahun lalu memang jauh dari ekspektasi. Dikontrak mahal (sekitar 12 juta dollar), Lorenzo gagal mempersembahkan kemenangan di tahun debutnya. Bahkan, di musim keduanya hingga 5 seri pertama Lorenzo belum juga membaik. Hanya meraih 16 poin dari kemungkinan maksimal 125 poin. Spekulasipun merebak, Ducati akan membuang Lorenzo.

Memasuki seri keenam di Sirkuit Mugello, Italia, tiba-tiba Lorenzo seperti menemukan jati dirinya. Start dari posisi dua, x-fuera langsung melesat ke depan mendahului sang pole sitter, Valentino Rossi.

Seperti yang sudah-sudah saat di Yamaha, ketika di depan Lorenzo langsung ‘menciptakan’ balapan sendiri. Ia melaju tak terbendung, tak tersentuh hingga bendera finish dikibarkan. Ia unggul lebih dari 6 detik di depan rekannya di Ducati, Andrea Dovizioso, pembalap yang sudah mendapat kursi di Ducati tahun depan.

Sontak, spekulasi Ducati akan mempertahankan Lorenzo menguat. Tapi, benarkah begitu?

Ketika ditanyai oleh BT Sport seperti dikutip dari motorsport.com (3/6/2018) apakah kemenangannya akhir pekan ini akan menjadi titik balik hubungannya dengan Ducati, Lorenzo yang terlihat emosional menjawab: “Tidak, masa depan tidak akan berubah dengan kemenangan ini”.

Bisa jadi Lorenzo menyesali kemenangannya ini datang terlambat, tapi mungkin Lorenzo lebih menyesali keputusan Ducati yang baru mendengarkan permintaannya jelang seri Mugello. Permintaan sepele sebenarnya tapi efeknya besar, modifikasi tangki bahan bakar Desmosedici GP18. Ironis!

Advertisements

1 Comment

Comments are closed.