Bunyi Pernyataan Dani Pedrosa Selepas Pisah dengan Honda

Selasa lalu, HRC mengumumkan sebuah keputusan besar soal masa depan mantan anak emas mereka, Dani Pedrosa. Ya, setelah bersama selama 13 tahun, HRC akhirnya tidak akan memperpanjang masa bakti Pedrosa untuk tahun-tahun mendatang. Akhir musim ini akan menjadi akhir dari petualangan Pedrosa sejak dimulai 2006 silam. Menanggapi kenyataan tersebut, Pedrosa akhirnya berkomentar.

Berikut bunyi pernyataan Pedrosa yang dikutip dari laman crash.net (5/6/2018):

“Setelah mengumumkan akhir dari hubungan saya dengan HRC akhir tahun ini, saya akan memberikan pernyataan soal masa depan saya di Grand Prix Barcelona nanti. Sekali lagi, dari hati yang terdalam saya ingin mengucapkan terima kasih kepada HRC atas kerjasama ini, untuk semua kesuksesan pribadi, dan profesionalisme dari pihak mereka, dan karena selalu menghormati prioritas dan keputusan saya. Kami berdua mendapat manfaat dari salah satu hubungan kerja yang paling bermanfaat di kejuaraan dunia MotoGP.”

Dani Pedrosa bergabung dengan Repsol Honda sejak 2006 setelah menjuarai kelas 250cc dua tahun beruntun. Sepanjang karirnya, Pedrosa memang akrab dengan cedera.

Pedrosa sudah langsung mengalami patah kedua pergelangan kaki hanya seminggu usai merebut titel 125cc di tahun 2003. Cedera tersebut didapatnya saat latihan seminggu di Philip Island, Australia.

Namun, walau masih cedera di awal musim, tahun 2004 langsung merebut titel 250cc di tahun debutnya dan kembali diulangnya semusim berikutnya. Lagi-lagi cedera menimpanya saat latihan di GP Jepang. Kali ini bahunya yang bermasalah.

Tahun 2006 Ia bergabung dengan Repsol Honda dan langsung melejit ke posisi kedua klasemen di bawah partnernya, Nicky Hayden. Sayang, lagi-lagi cedera menghambatnya. Ia mengalami kecelakaan saat Free Practice di Sepang, Malaysia dan menderita luka parah pada lutut, yang praktis membuat dia tersingkir.

Masih di musim yang sama, selepas kecelakaan di Sepang, Pedrosa lagi-lagi alami kecelakaan di Estoril. Ia menabrak Hayden dan membuat keduanya mengakhiri balapan lebih awal. Di akhir musim, Pedrosa menempati posisi 5 klasemen dengan Hayden keluar sebagai juara lewat drama dengan Rossi di seri terakhir.

Cedera demi cedera terus dialami Pedrosa termasuk melewatkan tes RC212V di tahun 2008 setelah kecelakaan di pramusim. Pedrosa kembali cedera setelah terjatuh di GP Jerman masih ditahun yang sama.

Tes pramusim 2009 kembali dilewati dengan cedera. Seri kelima saat latihan bebas Ia kembali cedera dan kembali jatuh saat balapan.

Tahun 2011 Pedrosa lagi-lagi cedera. Kali ini Ia terlibat kecelakaan dengan marc Simoncelli dan membuatnya patah tulang selangka. Kejadian tersebut di GP Prancis dan memaksanya absen di GP Italia selanjutnya.

Musim ini Pedrosa juga cedera di tes pra musim Qatar, kembali cedera di Argentina di bagian pergelangan tangan. Di Jerez ia lagi-lagi cedera setelah menghantam Lorenzo.

Jika mengacu pada data sindonews.com (12/11/2016) dimana hingga tahun 2016 lalu Pedrosa sudah 22 kali cedera, maka hingga saat ini mungkin sudah mencapai angka 25 kali. Sebuah perjuangan dari Pedrosa demi menggapai titel juara dunia MotoGP yang sayang masih sebatas nyaris.

13 tahun berkiprah di MotoGP bersama Repsol Honda, 3 ‘gelar’ runner up adalah capaian maksimalnya. Mungkin, dengan keluar dari Honda dan bergabung dengan tim lain rejeki Pedrosa berubah hehehe…

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.