Sepertinya Yamaha Harus Mulai Berpikir Matikan Vixion, MT-15 Suksesor?

Sejak diluncurkan perdana 2007 silam, Vixion kemudian menjadi favorit konsumen tanah air hingga 2017 lalu. Namun, dalam dua tahun terakhir keunggulan Vixion di market tanah air, khususnya kelas naked sport 150cc, terasa hambar. Membalikkan ketertinggalan hanya di bulan terakhir di dua tahun tersebut. Siapapun bisa saja berasumsi Yamaha tengah gerojok stok di dealer sebanyak-banyaknya di bulan Desember agar marketshare unggul. Artinya, performa Vixion sepanjang 2016 dan 2017 sudah memberikan sinyal bahaya bagi Yamaha. Apakah sudah saatnya Yamaha mulai berpikir untuk mematikan klan Vixion?

Di masa jaya Vixion, angka distribusi 20-30 ribuan tiap bulan bukanlah luar biasa. Terlalu biasa dicapai sehingga menjadi tulang punggung penjualan Yamaha Indonesia. Keunggulan yang dihadirkan Vixion adalah teknologi mesin injeksinya yang canggih (di masanya) dan irit. Mana ada motor kencang tapi irit di jaman itu.

Belum lagi soal desain yang seolah mendobrak pakem naked sport ke-bapak-bapak-an seperti yang selalu dihadirkan sang kompetitor, Honda. Sudah kencang, irit, perawatan harian murah, canggih, sporty pula. Siapa yang mau berpaling, kecuali fansboy merk sebelah yang akut.

Ketika desain dirombak total dari old menjadi new, sempat dibully saat spyshoot beredar, nyatanya new vixion malah makin moncer. Honda yang baru sadar kemudian membuat CB150R Streetfire, sayang Yamaha sudah melonjak ke versi kedua Vixion, new vixion lightning. Alhasil, CB150R SF akhirnya seperti motor baru namun dengan desain usang. NVL melenggang kangkung menjadi-jadi. Bahkan ketika bertrasformasi menjadi New Vixion Advance (NVA), Yamaha masih bisa terus jumawa dengan penjualannya.

Namun, roda terus berputar. Tidak selamanya yang di atas akan bertahan, akan berada di bawah juga pada masanya. Vixion perlahan mulai tersaingi oleh keberanian Honda keluar dari pakem desain mereka selama ini dengan menciptakan New CB150R.

Satu hal paling positif dari NCB150R ini adalah desainnya yang begitu sporty dan enak dilihat. Proporsional dari headlamp sampai buritan. Melihat NCB150R seperti melihat motor buatan Yamaha, punya kekuatan di sisi desain. Makin oke ketika Honda menciptakan mesin DOHC Nearsquare yang sempat dibully ramai-ramai sebagai mesin DOHC abal-abal.

 

 

 

 

 

Honda sadar, walau desain NCB150R keren, namun masih akan dianggap kurang jika mesin yang dipakai real DOHC. Kencang sih kencang, tapi tidak irit dan mahal biaya perawatan menjadi handicap yang bisa membatalkan pilihan konsumen. Ingat, konsumen di kelas ini sedikit rewel. Mau motor keren, kencang tapi irit.

Alhasil, DOHC nearsquare mampu menjawab tantangan Vixion. Tarikan bawah enteng sehingga motor lebih irit, namun di tengah ke atas masih punya aura DOHC, kencang. Nah, kelebihan Vixion di sisi desain sudah bisa ditandingi, keiritan juga sudah bisa disamai, lalu mau ‘dilarikan’ kemana Vixion ini oleh Yamaha?

Jawabannya adalah New Vixion standar dan New Vixion Tipe R. Blunder!

Melihat Vixion R serasa melihat CB150R edisi awal. Motor kencang, tapi desainnya bikin mata kelilipan. Yamaha seperti menjadi Honda di jaman batu, kehilangan sentuhan magis di sisi desain. Apakah desainer AHM dan YIMM tukar tempat?

Vixion R seperti NVA atau NVL modifan kaki lima. Gak ada oke-okenya, kecuali di sisi performanya, oh iya deltaboxnya masih tetap keren koq. Dah itu saja. Belum lagi soal posisi harga. Nyaris 30 juta Rupiah untuk naked sport 150cc, apa kata dunia?

Waktupun menjawab, marketshare Vixion tidak bisa lagi bangkit. Jangankan ke angka 20 ribuan unit/bulan, mencapai 10 ribu saja seperti orang sembelit, susah keluar. Jika sebelum-sebelumnya angka Vixion rutin masuk 10 motor terlaris tiap bulannya, kini sudah menghilang. Memang, segmen skutik makin menggurita, tapi nyatanya NCB150R masih bisa menembus daftar itu, walau tidak tiap bulan melakukannya. RA kurang hafal distribusi terakhir dari Vixion ini, tapi kalau tidak salah sudah terjerembab di angka 2 ribuan. cmiiw.

Padahal, ketika spyshoot Vixion R ini keluar, Yamaha harusnya sudah sadar bahwa tingkat bully-an di dunia maya terhadap desain si kuda besi sungguh masuk level biadab alias parah. Ditambah statement dari petinggi Yamaha sendiri yang tidak mengakui kalau itu adalah vixion baru, malah bilang sebagai motor modif petugas spbu, blunder!

Nah, jika Yamaha mau klan vixion kembali berjaya, maka kembalilah ke jalan yang benar, terutama soal konsep desain. Coba buka-buka lagi arsip sejarah desain vixion dari gen pertama sampai gen terakhir sebelum tipe R ini. Jangan lupa, dengarkan apa yang diinginkan konsumen untuk next vixion (kalau memang masih ada rencana membuat next gen).

MT-09 bakalan ada versi ekstraknya, MT15?

Atau jika sudah mentok di tipe R ini, kenapa tidak untuk mulai berpikir mematikan vixion. Ganti dengan MT15 misalnya seperti yang ditulis mariodevan.com (4/6/2018). 1-2 tahun biarkan Vixion tipe R dan MT15 berjalan bersama, lihat respon pasar lalu segera ambil keputusan. Jika memang Vixion sudah tidak populer lagi, tidak laku lagi, kenapa tidak untuk ‘membunuhnya’ agar line produksinya bisa dipakai membesarkan MT15. Lho cak, misal MT15 juga gak laku? waini…

Advertisements