Menunggu Yamaha Kembali Berpesta di Assen, Tapi Jangan Abaikan Ancaman 5 Pembalap Ini!

The Cathedral of Motorcycling, julukan untuk ‘kesucian’ sirkuit Assen, Belanda tahun lalu menjadi tempat pestanya Yamaha. Ya, di MotoGP musim 2017 Valentino Rossi menghadirkan kemenangan bagi Yamaha, kemenangan ketiga setelah Maverick Vinales melakukannya di Qatar dan Argentina di awal musim. Namun, Assen 2017 menjadi batas akhir pesta Yamaha, sesuatu yang tidak pernah mereka rasakan lagi setahun berikutnya.

Benar, Assen 2017 menjadi kemenangan terakhir Yamaha di MotoGP musim itu, bahkan hal tersebut berlanjut hingga musim 2018 berjalan hampir separuh kejuaraan, lebih tepatnya 7 seri pertama musim 2018 atau total sudah 17 seri jika sisa musim 2017 dimasukkan. Jelang Assen 2018 ini berarti Yamaha sudah genap setahun nihil kemenangan.

Walau kini Rossi dan Vinales menduduki posisi kedua dan ketiga di klasemen pembalap, namun sejatinya keduanya tidak berkutik dari pembalap Honda dan Ducati yang memonopoli kemenangan selepas Assen 2017 silam. Tahun ini, Rossi dan Vinales punya kesempatan untuk menghapus paceklik kemenangan. Assen adalah sirkuitnya Yamaha, sirkuit yang sangat bersahabat dengan karakter YZR-M1. Dalam 5 tahun terakhir, Yamaha memenangi 3 balapan di Assen, semuanya melalui Rossi.

Namun, bukan berarti Yamaha akan mudah memenangi seri ini. Rossi dan Vinales sedang dalam performa terburuknya di MotoGP sejak berduet musim lalu. Rossi memang meraih podium ketiga beruntun di 3 seri terakhir namun jika mau jujur, hal itu diraihnya akibat kesalahan lawan (jatuh) selain itu jarak dengan pembalap di depannya juga jauh.

Akan ada beberapa nama yang bisa melanjutkan mimpi buruk Yamaha nihil kemenangan di Assen kali ini. Marc Marquez tentu saja menjadi kandidat terkuat. Skill, performa dan keberuntungan pembalap ini tengah top form sejak debutnya di kelas premier 2013 silam. Marquez punya catatan manis di Assen ketika memenanginya tahun 2014 silam. Satu lagi, Marquez selalu naik podium di Assen sejak 2013.

Satu lagi jangan singkirkan nama Jorge Lorenzo. Lorenzo benar-benar berubah hanya dalam dua seri terakhir di Mugello dan Catalunya. Kemenangan di dua seri itu membawanya kini menjadi pembalap paling serius yang bisa menjegal ambisi Yamaha di Assen.

Jika dua pembalap di atas menjadi kandidat kuat, kejutan juga bisa dihadirkan oleh pembalap second tier macam Jack Miller dan Cal Crutchlow. Miller adalah juara Assen 2016. Jika cuaca kacau, Miller bisa menjelma menjadi penantang kuat pemenang Assen seperti yang dilakukannya dua tajun silam. Crutchlow juga tidak boleh dikesampingkan. Pembalap Inggris ini adalah peraih pole Assen 2013.

Satu lagi, Andrea Dovizioso. Penampilan mengecewakan dalam 4 seri terakhir dengan 3 kali gagal finish akan dilampiaskan pembalap Italia ini di Assen. Kekecewaan petinggi Ducati atas performanya usai diperpanjang kontraknya tentu akan menjadi pelecut semangat Dovi untuk tampil kesetanan di Assen. Sejarah juga mencatat Dovi pernah menjadi pole sitter di sirkuit ini tahun 2016 silam.

Jadi, bisakah Rossi atau Vinales membantu Yamaha menyudahi paceklik kemenangan? Kita tunggu saja di race besok Minggu, 1 Juli 2018!

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.