Performa Luar Biasa Alex Rins di Assen, Sudah Seharusnya Jika Melihat Status Suzuki!

MotoGP Assen akhir pekan lalu benar-benar menjadi tontonan paling seru sejak RA “terpaksa” menyukai sirkus jet darat roda dua ini sekitar 4-5 tahun lalu. Namun, entah mengapa RA malah justru kehilangan mood menulis hasil race termasuk juga pernak-perniknya. Baru ini mulai menulis lagi, tapi bukan soal hasil balapan melainkan tentang status Suzuki sebagai pabrikan konsesi sekaligus nasibnya musim depan.

Ya, gegara hasil minor di musim 2017 lalu, Suzuki akhirnya kembali mendapatkan ‘belas kasihan’ Dorna dengan diberikan beberapa kelebihan dibanding pabrikan lain atau disebut pabrikan dengan konsesi. Pabrikan dengan status konsesi mendapatkan keuntungan seperti alokasi mesin yang lebih banyak (9 berbanding 7) serta yang paling menguntungkan adalah dibukanya ruang untuk mendevelop mesin sepanjang musim berjalan, sesuatu yang tidak mungkin diperoleh oleh pabrikan ‘sejati’ macam Yamaha, Ducati dan Honda.

Namun, status konsesi sebuah pabrikan akan dicabut kembali jika syarat-syaratnya telah dipenuhi yakni soal poin konsesi. Pun demikian dengan Suzuki, status konsesi di musim ini akan dicabut musim depan jika mereka telah mencapai titik poin konsesi tertentu. Sesuatu yang sebenarnyasudah pernah Suzuki alami tahun 2017 lalu. Berkat prestasi Vinales dan Aleix Espargaro di musim 2016, status konsesi Suzuki dicabut di musim 2017.

Nah, di musim ini Suzuki Ecstar dengan status konsesinya telah merasakan benar manfaatnya. Hingga delapan seri pembuka musim ini, mereka sudah memperoleh 4 podium, termasuk podium kedua Alex Rins di Assen lalu. Poin minimal bagi tim pabrikan dengan status konsesi untuk kehilangan keuntungan tersebut adalah 6 poin konsesi. Poin ini diperoleh dari hasil podium. Podium 3 dengan 1 poin, podium 2 dengan 2 poin dan podium 1 dengan 3 poin.

Dan, hingga seri Assen, Suzuki telah 3 kali podium ketiga alias mendapat 3 poin dan sekali podium kedua alias 2 poin. Jadi, total poin konsesi Suzuki saat ini adalah 5, hanya butuh 1 podium ketiga lagi untuk kehilangan status tersebut. Dengan performa impresif Iannone dan Rins saat ini, 1 poin bukanlah hal yang sulit. Masih ada 11 seri lagi hingga akhir musim, artinya Suzuki masih punya 11 kesempatan untuk memperoleh podium tiga (minimal) atau jangan-jangan Suzuki tidak mau menghilangkan status hokinya itu? rasanya tidak mungkin.

Jadi, jika musim ini performa Suzuki GSX-RR di bawah kendali Iannone dan Rins begitu sangar, bukanlah sebuah prestasi yang harus terlalu dibanggakan walau juga tidak bisa diremehkan. Aprilia dan KTM juga mendapat status yang sama, namun mereka belum bisa tuh memanfaatkannya. Tantangan sebenarnya dari Suzuki adalah ketika mereka kembali menjadi pabrikan ‘sejati’ sama dan sejajar perlakuannya dengan Yamaha, Honda dan Ducati, seperti yang mereka dapakan tahun 2017 lalu. Bisakah?

Kita tunggu saja, jika benar tahun 2019 nanti Suzuki tidak lagi sebagai tim konsesi, apakah bisa Alex Rins dan sang rookie, Joan Mir, bisa seimpresif duet Iannone-Rins layaknya tahun ini? Atau jangan-jangan akan bernasib seperti musim 2017 ketika podium serasa begitu jauh dari jangkauan.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.