Sachsenring 2017, Penampilan Spektakuler Jonas Folger Sebelum Sindrom Gilbert Merenggut Karirnya!

ktm indonesia

Akhir pekan ini sirkus balap MotoGP akan menyambangi Jerman di sirkuit Sachsenring. Dengan nama lengkap Pramac Motorrad Grand Prix Deutschland, MotoGP akan memasuki fase akhir paruh musim. Satu hal yang mungkin akan dirindukan dari gelaran MotoGP di sirkuit ini pada musim lalu adalah kehadiran jagoan tuan rumah, Jonas Folger. Ya, pembalap yang kala itu masih memperkuat Yamaha Tech 3 itu menjadi satu-satunya wakil Jerman di MotoGP dan hebatnya naik podium di hadapan penonton sendiri.

Sedikit flashback musim lalu, Folger yang datang dengan status rookie, sama halnya dengan Johann Zarco rekan setimnya, dengan modal finish tertinggi di posisi keenam di Argentina dan Catalunya menjalani balapan di rumah sendiri, Sirkuit Sachsenring. Dibanding Zarco, prestasi Folger kala itu masih kalah. Zarco sudah pernah naik podium kedua di ‘rumah sendiri’ di Le Mans, podium kedua pula. Folger tidak diunggulkan untuk meraih podium walaupun bertanding di hadapan publik sendiri.

Tapi, selepas lampu start padam, Folger yang start dari posisi kelima, Yamaha terbaik di grid, langsung menjanjikan penampilan yang memukau. Bahkan, di lap keenam Ia berhasil mengambil alih pimpinan balap dari sang pole, Marc Marquez. Sesuatu yang bahkan Foger sendiri tidak percaya bisa melakukannya. Ia bertarung dengan gagah dan tidak terlihat bahwa Ia ‘hanyalah’ seorang rookie.

“Balapan berjalan luar biasa. Saya bertarung dengan Marc dan rasanya sedikit tidak nyata. Saya tidak pernah dalam posisi seperti Dani (Pedrosa) dan Marc… juga menyalip Jorge (Lorenzo) setelah beberapa lap. Itu perasaan yang sangat aneh karena saya pertama kalinya melawan dan melewati mereka. Sungguh feeling yang kuat, tapi sangat menyenangkan!” ujar Folger selepas race seperti dikutip dari motorsport.com (11/7/2018).

Kendati 5 lap kemudian Marquez kembali merebut posisi terdepan, namun Folger tidak pernah memberikan rasa nyaman bagi pembalap Spanyol itu. Ia terus memberikan tekanan dari lap 11 hingga 30 ketika bendera finish dikibarkan. Folger akhirnya meraih podium perdananya di musim debutnya di kelas premier, di hadapan pendukungnya sendiri pula, perfect moment!

Podium Sachsenring 2017

Ketika diwawancara, apa rahasianya hingga bisa finish kedua, Folger menyebut mind set yang kuat untuk tampil bagus serta nyaman saat riding menjadi kunci keberhasilannya. Di samping itu, secara teknis Folger menyebut bahwa memiliki good feeling di bagian depan motor akan sangat membantu untuk tampil maksimal di Sachsenring, sirkuit yang lay outnya berlawanan arah jarum jam itu.

“Rahasianya adalah berkendara. Pada akhirnya jika Anda kuat dalam pikiran dan Anda merasa nyaman, Anda begitu mengalir saat mengendarai motor, serta pada limit di setiap tikungan dan detik. Anda bisa berkendara cepat dengan motor apa pun. Tetapi yang paling penting di Sachsenring adalah feeling pada bagian depan,” imbuh pembalap berusia 24 tahun itu.

Tapi akhirnya waktu mencatat itulah podium pertama dan terakhir Jonas Folger di MotoGP 2017. Selepas tampil spektakuler di rumah sendiri, Folger kemudian hanya mampu meraup 13 poin dari 5 seri setelahnya. Termasuk Aragon, balapan terakhir sang pembalap setelah sindrom gilbert mulai menggerogoti fisiknya. Sejak seri Motegi hingga kini akhirnya kita tidak pernah lagi bisa menyaksikan salah satu talenta terbaik yang dimiliki Jerman di MotoGP. Akhir musim 2017 lalu Ia mengumumkan mundur dari MotoGP.

Tahun ini, MotoGP kembali menyambangi Sachsenring. Meski tak lagi membalap, Folger ternyata masih mengikuti kiprah eks rekan setimnya dulu, Zarco. Folger rupanya berharap Zarco dapat mendulang hasil bagus pada MotoGP Jerman.

“Saya harap Johann bisa memakai data saya! Saya menontonnya setiap balapan. Dia teman dan mantan rekan setim saya, jadi saya bersorak untuk dia,” tukas Folger.

Cak, ternyata sedih juga lho menulis begini. Semoga bisa segera comeback ke MotoGP, Jonas!

Advertisements