Besarkan Yamaha Sejak 2004, Kenapa Kini Masukan Rossi Diabaikan?

ktm indonesia

Agak kaget juga saat melihat posisi Valentino Rossi di FP2 Sachsenring Jumat kemarin. Ia terperosok di posisi 17, 11 strip di belakang Maverick Vinales dan 0,899 detik lebih lambat dari Jorge Lorenzo sang pemuncak. Usut punya usut, ternyata traksi yang kurang menjadi penghalang the doctor mencetak laptime bagus.

Traksi ban belakang yang kurang menggigit merupakan efek dari masalah elektronik yang sudah lama menjadi masalah serius Yamaha. Jika dihitung, masalah elektronik mendera Yamaha sejak Agustus 2017 silam atau sudah setahun belum ada solusi dari pabrikan Iwata tersebut.

Manurut Vinales, Yamaha tidak akan bisa mengimbangi Honda dan Ducati sebelum mencoba solusi elektronik baru pasca MotoGP Ceko, bulan depan. Dan Rossi sudah berulang kali mengatakan inilah masalah utama Yamaha selama ini. Dan, entah karena kekurangan dana untuk memperkejakan expert di bidang ecu ini atau masalah lain, bebalnya Yamaha atas masukan pembalapnya itu akhirnya berdampak tanpa kemenangan dalam setahun terakhir.

“Ini situasi sulit,” papar Rossi dikutip dari motorsport.com (14/7/2018). “Kami telah alami masalah ini sejak Agustus 2017, saat ini telah Juli 2018 dan kami belum mencoba apapun. Kami harus optimistis dan berharap dapat melakukan sesuatu, karena bagi saya secara pribadi, dan telah mengatakan ini berulang kali ke Yamaha, masalahnya sangat jelas (elektronik)”.

Jujur jadi penasaran dengan performa Yamaha sebenarnya jika masalah elektronik sudah bisa di atasi. Sebab, menurut pengakuan Rossi dan Vinales, potensi mereka bukanlah seperti yang kita saksikan saat ini.

“Posisi ketiga FP1 bukanlah potensi kami, begitupun urutan ke-17 pada FP2. Saya pikir kami bisa lebih baik,” ujar Rossi.

Vinales sepakat dengan teammate-nya itu sembari menyebut paket motor sudah bagus, kecuali di sisi elektronik.

“Saat ini saya rasa motor kami memiliki paket bagus, set-up dasar bagus, tapi elektronik membatasi potensinya,” ujar pembalap asal Spanyol itu.

So, jadi aneh ketika masukan sekelas Rossi yang sudah terbukti mampu membawa Yamaha ke level sekarang ini sejak 2004 silam masih juga diabaikan. Jangan-jangan memang gak ada duit buat bayar ahli ECU nih, ayolah wahai para epbeye beli motor Yamaha biar kas pabrikan menebal sehingga bisa merekrut ahli ECU. #apasi

Advertisements