Finish Kedua, Rossi Akui Contek Data Folger!

ktm indonesia

Sempat ketar-ketir ketika hanya menduduki posisi 17 di latihan bebas Jumat, Rossi kemudian meningkat pesat di latihan bebas Sabtu dan kualifikasi hingga puncaknya finish kedua di balapan Minggu hanya kalah dari sang penguasa Sachsenring, Marc Marquez. Usai race, Rossi membeberkan rahasia penampilannya sehingga bisa finish terbaiknya di musim ini.

Rahasianya adalah Jonas Folger. Lho, pembalap Jerman itu kan sudah mengundurkan diri dari MotoGP? Ya, benar Folger memang sudah mundur, tapi ada yang ingat dengan podium Sachsenring 2017? Yuhuu... ada nama Folger di podium kedua, lagi-lagi di belakang Marquez. Sudah paham kaitannya?

Ya, ternyata Rossi mengaku mempelajari apa yang sudah dilakukan jagoan tuan rumah itu di Sachsering musim lalu sepanjang 30 putaran hingga finish runner up. Bahkan, saking inginnya mengimbangi Marquez, Rossi mempelajari sangat detil apa yang dilakukan Folger di lintasan, termasuk racing line sang pembalap.

“Folger tahun lalu melakukan balapan yang luar biasa, Dia berada di level Marc, dia di sana dan dia bertarung. Jadi, saya mempelajari balapannya dan semua racing line-nya, cara dia di atas motor termasuk set up motornya dan saya pikir itu adalah bantuan yang baik, jadi saya harus memberinya piala (podium dua) yang saya raih ini,” beber Rossi kepada motogp.com (15/7/2018).

Semua itu bisa dilakukan Rossi karena Folger mengendarai Yamaha M1 juga. Apalagi sebagai tim satelit Yamaha, Yamaha Tech 3 memang harus membagi informasi data balapan pembalapnya kepada tim pabrikan. Alhasil, sepanjang 30 lap kemarin, kita tidak melihat sedikitpun kesalahan Rossi di lintasan.

“Saya tidak pernah melakukan kesalahan selama 30 putaran dan saya melakukannya hingga titik maksimal, saya sangat senang untuk saya dan semua tim,” tambah Rossi.

Kekalahannya dari Marquez benar-benar karena faktor M1 yang tidak bisa mengimbangi RC213V-nya Marquez.

“Saya berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat, saya melakukan overtake yang sangat baik pada Petrucci dan saya juga menyusul Lorenzo karena dia membuat kesalahan kecil. Pada akhirnya saya mencoba mengejar Marc, dia tidak terlalu jauh tetapi dia lebih cepat dari saya,” tutup pembalap yang sudah berusia 39 tahun itu.

Advertisements