Menebak Nasib Lorenzo di Honda Ketika Pengembangan RC213V Marquez Sentris!

ktm indonesia

Jorge Lorenzo diluar dugaan mencapai kesepakatan untuk membela Honda mulai musim 2019 nanti selama dua tahun ke depan. Ia menggantikan Dani Pedrosa yang memutuskan pensiun. Banyak yang berpendapat tim Honda akan menjadi dream team, namun tak sedikit pula yang meragukan potensi Lorenzo akan keluar maksimal di Honda.

Masuk akal jika mereka beropini inilah the dream team MotoGP ketika 4 kali juara dunia dalam sosok Marquez berduet dengan 3 kali juara dunia pada Lorenzo. Kedua pembalap itu menguasai 70% titel juara dunia kelas primer dalam 10 tahun terakhir, ngeri bukan? Tidak heran jika duet ini akan sulit ditandingi pembalap lain seperti duet Rossi-Vinales atau Dovizioso-Petrucci. Tapi, apakah Lorenzo akan bisa maksimal di Honda?

Pertanyaan yang menggelitik sebab kita semua paham bahwa saat ini prioritas Honda adalah Marquez. Pengembangan motor RC213V selama ini sejalan dengan gaya berkendara Marquez. Nah, di sinilah masalahnya. Riding style Marquez dan Lorenzo berbeda. Lorenzo justru lebih mirip Pedrosa, fakta yang diiyakan Alberto Puig.

“Antara Pedrosa dan Lorenzo memiliki kesamaan cara berkendara yakni keduanya tidak agresif atau lebih terkesan lembut,” ungkap Puig seperti dikutip dari kompas.com (22/7/2018).

Sedangkan, gaya berkendara Marquez adalah agresif. Makanya, selain Marquez pembalap lain begitu kesulitan dengan RC213V, termasuk Pedrosa atau Crutchlow yang sama-sama menggunakan motor RC213V spek terkini. Alhasil sasaran penasaran langsung tertuju ke Lorenzo. Pembalap satu ini “hanya” gara-gara tangki motor tidak nyaman saja gak bisa menang, apalagi karakter motor yang tidak sesuai dengan riding style-nya, bisa makin manis manja deh.

Tapi, Puig tentu saja tidak akan membiarkan rekrutan barunya ini layu sebelum berkembang. Ia akhirnya membentuk tim khusus untuk Lorenzo.

“Tim terkuat menginginkan pembalap terbaik. Kami melihat ini sebagai kesempatan. Saya tidak tahu bagaimana tim lain akan menangani keduanya, mungkin mereka akan melakukannya dengan berbeda. Tapi Honda sudah bersiap untuk memberikan motor terbaik untuk mereka, tentu ini tidak akan mudah,” ucap Puig seperti dikutip dari speedweek.com, Sabtu (21/7/2018).

Nah, kira-kira nih kan seperti apa nasib Lorenzo di atas RC213V yang menurut pembalap-pembalap yang menggunakannya saat ini sangat sulit dikendalikan? Hanya Marquez yang bisa jadi pawang RC213V, Lorenzo next pawang? atau lagi-lagi hanya akan menjadi tempat persinggahan sementara layaknya di Ducati?

Advertisements

3 Comments

  1. IMHO.. RCV213 tidak lebih liar & agresif daripada ducati GP18.. apalagi secara manuveribility RCV213 lebih mudah ditekuk daripada GP18. jadi #99 bakal lebih mudah adaptasi dibanding saat awal hijrah ke ducati dari yamaha yg sangat rider-friendly.

  2. yang hebat itu marques kang.. honda pada dasarnya sama saja dengan yamaha. lihat saja pembalap honda yang lain.. hanya jadi penggembira.. dulu crutclow waktu pake M1 juga sering dapet podium dan bersaing dengan barisan depan. tapi begitu pake honda jadi memble, terkesan angin anginan. jusru yamaha dengan filosofinya megembangkan motor dengan memperkuat sasis dan melihat mesin sebagaibagian dari paket sasis yang tidak terpisahkan terbukti memberikan performa lebih baik daripada honda dengan filosofi pengembangan mesinnya kalah bersinar dari ducati. yamaha paling mudah di kendarai dengan handling yang luar biasa, honda ada di tengah tengah. serba nanggung… beruntung ada baby alien dengan bakat istimewa telah membawa honda pada puncak kejayaan.

Comments are closed.